Hindari Konflik Kepentingan

Rasanya tidak ada yang lebih berat daripada konflik kepentingan. Saya lebih memilih untuk menghindari kondisi-kondisi tersebut. Biarpun dikatain bodoh karena tidak dapat memanfaatkan peluang.

Misalnya seorang ketua panitia lomba anak-anak yang mana anaknya sendiri juga terdaftar sebagai pesertanya. Sebagai ketua punya peluang untuk mengarahkan agar segala perangkat lomba meringankan salah satu peserta.

Pada kondisi tertentu bukan hanya memanfaatkan, tapi dapat menciptakan peluang. Contohnya ketua panitia lomba tadi bisa saja memberikan sinyal-sinyal yang dapat diartikan bahwa dapat membantu salah satu peserta lomba.

Continue reading “Hindari Konflik Kepentingan”

Kreatifnya Kita

Sekarang ini waktunya orang kepepet. Presiden kepepet agar segera menyelesaikan huru-hara pandemi. Gubernur, walikota, Pak Camat dan pimpinan daerah yang lain kepepet untuk segera memberikan bantuan ke warganya. Warga kepepet tidak bisa memenuhi kebutuhan seperti biasa.

Saya menyamakan kepepet ini dengan terdesak. Insyaallah tidak akan menimbulkan polemik seperti mudik dan pulang kampung itu. Tentu karena saya bukan presiden dan bukan siapa-siapa. Apalagi cebong dan kampret. BTW apa kabarnya mereka sekarang ya ?

Saat terdesak, yang paling gampang adalah teriak. Berharap ada pihak lain yang mendengar. Berharap dia akan ditolong. Pada masa #dirumahaja ini sudah banyakkah yang teriak ? Ya! gampang dicari kok. Tinggal buka sosial media.

Adakah yang tidak teriak ?

Ada ! Banyak!

Continue reading “Kreatifnya Kita”

Iklan Di Mana ?

Tidak terasa saya dan istri makin mahir belanja online. Selama #dirumahaja hampir tiap minggu ada paket yang datang. Kadang lebih dari sekali.

Sampai sampai anak lelaki saya cemburu. Dia tidak pernah kebagian paket. Hanya menjadi penerima dari kurir di depan rumah.

Tetangga-tetangga juga mirip. Kadang paket kadang go food. Hingga kami bisa tahu akan ada rumah yang mendapat kiriman hanya dengan mendengarkan suara motor kurirnya. Selalu pelan ketika memasuki jalan di sepanjang rumah kami.

Belanja online sepertinya mendapat puncaknya saat ini. Dan mungkin akan terus memuncak. Orang-orang sudah makin terbiasa. Memenuhi kebutuhan hanya dari rumah saja. Duuuh enaknya.

Continue reading “Iklan Di Mana ?”

Marhaban Ya Ramadhan 1441H

Alhamdulillah bertemu dengan Ramadhan lagi. Tepatnya dipertemukan. Karena sebenarnya bukan kita yang menyebabkan itu. Ada Sang Maha yang mengijinkan saya dan Anda yang sedang membaca ini sekali lagi menjalani Ramadhan.

Namun kali ini spesial. Ditengah pandemi. Ibadahnya pun jadi spesial. Tidak bisa berjamaah di masjid. Tidak bisa bukan bersama di satu lokasi. Kebiasaan-kebiasaan sebelumnya banyak yang hilang. Benar-benar spesial.

Tetangga saya sampai merasa ada yang hilang menyambut bulan pernuh berkah kali ini. Saya tahu itu karena kekangenannya terhadap Ramadhan yang disambut meriah.

Apa boleh buat, kondisinya memang tidak memungkinkan. Di seluruh dunia menahan diri. Belajar beradaptasi terhadap kehadiran makhluk Allah yang lain, Corona.

Continue reading “Marhaban Ya Ramadhan 1441H”

Adaptasi Bersama

Virus mampu beradaptasi terhadap perubahan lingkungannya. Karena dia adalah makhluk hidup. Salah satu ciri makhluk hidup adalah beradaptasi.

Saya jadi terpikir bahwa sesuatu yang hidup harus bisa beradaptasi. Perusahaan yang hidup pun harus bisa beradaptasi. Saat lingkungannya berubah.

Dan saat ini perubahan itu terjadi dengan dahsyat. Karena seluruh dunia sedang sama – sama menghadapi pandemi virus. Dimana-mana menahan diri, membatasi ruang gerak. Barang dan jasa pun kena imbasnya.

Keduanya tidak bisa dikonsumsi dengan cara-cara lama. Perubahan sudah terjadi nyata. Layanan pesan antar berdemand tinggi. Yang tadinya tidak bisa diantar jadi bisa datang kerumah. Yang sudah mengantar memodifikasi agar pelanggan makin percaya.

Continue reading “Adaptasi Bersama”

Ini Yang Akan Terjadi Beberapa Bulan Ke Depan

Saya masih tertarik dengan tulisan sebelumnya tentang adopsi teknologi pada saat masa #dirumahaja. Dimana seperti saya tulis sebelumnya bahwa #dirumahaja ternyata mampu untuk meningkatkan adopsi teknologi telekomunikasi dan informasi. Silakan baca Peluang Ditengah Himpitan.

Walaupun dengan kondisi dipaksakan karena pandemi, namun adopsi teknologi saya pikir berhasil. Lalu jika makin banyak kalangan yang sudah memanfaatkan telekomunikasi dan informasi, kira-kira dua atau tiga bulan kedepan apa yang bakal terjadi ?

Continue reading “Ini Yang Akan Terjadi Beberapa Bulan Ke Depan”

Peluang Ditengah Himpitan

Tidak terasa sebulan sudah kita berada dalam kondisi membatasi ruang gerak masing-masing dalam rangka memutus rantai penularan Covid-19. Seperti berada di dunia baru bagi saya yang terbiasa setiap hari ke kantor. Sekarang kantornya cuma di kursi sudut meja makan.

Sekolah anak saya sekarang di kamarnya. Jam 7 pagi sudah duduk di depan laptop. Webcamnya jadi mesin pelapor yang menyatakan bahwa hari itu dia siap untuk mulai belajar. Gurunya pun cukup dari rumah. Membagi tugas dan me-review hasil pekerjaan kiriman anak didiknya.

Benar-benar dunia baru. Bagi semua orang. Dengan sebab larangan pemerintah untuk bepergian. Tepatnya himbauan untuk di rumah saja. Sepertinya masih sulit untuk menjadi sebuah larangan yang berkekuatan hukum. Baik perumusannya maupun pelaksanaan dan kontrolnya. Mengingat begitu banyaknya penduduk, kepentingan, kebutuhan, dan pertimbangan lainnya sebagai negara berkembang.

Continue reading “Peluang Ditengah Himpitan”

Disemprot Atau Tidak ?

Apa saja bisa jadi polemik. Terlebih di masa kini. Setuju dan tidak setuju adalah hal biasa. Seharusnya begitu. Social media mempercepat penyebarannya. Memperbanyak pesertanya. semakin kencang berisiknya.

Disemprot atau tidak, itu yang jadi perdebatan di komplek saya. Group WA riuh saling kirim referensi perlu atau tidaknya penyemprotan lingkungan dengan desinfektan dalam rangka mengurangi penyebaran virus Corona.

Yang setuju menggangap penyemprotan dapat mengurangi potensi penyebaran karena virus dapat bisa mati. Tepatnya diharapkan mati. Penyemprotan kabut desinfektan ini biasa digunakan di industri peternakan maupun makanan. Begitu kata satu tetangga saya. Dia memang banyak berkecimpung dikeduanya, sebagai pengusaha.

Di sisi yang lain, beberapa orang menggunakan jarinya untuk meneruskan screenshoot sebuah artikel yang menyatakan penyemprotan tidak efektif untuk membunuh virus Corona yang gampang menyebar ini. Sudah, itu saja. Usulannya hanya social distancing. yang sebenarnya sudah dijalankan bersama di komplek.

Continue reading “Disemprot Atau Tidak ?”

Review Buku : Kisah Tanah Jawa – Jagat Lelembut

Saya mulai mengenal nama Kisah Tanah Jawa untuk pertama kali dari Youtube Channelnya. Berisi tentang pengalaman travelling ke tempat-tempat bersejarah dan penggalian kisah-kisah yang tidak tampak. Semuanya direkam dalam video dan buku.

Kreatifitas anak-anak muda sekarang ini selalu membuat saya kagum. Penulis buku ini termasuk didalamnya, yaitu Mada Zidan (Mbah KJ), Bonaventura D. Genta. Saya yang kadang suka penasaran terhibur dengan karya ini.

Buku ini berisi tentang kumpulan profil makhluk-makhluk tak kasat mata yang penulis temui ketika berkunjung ke tempat-tempat penelusuran mereka. Sudah barang tentu anda yang termasuk golongan penakut tidak perlu membaca buku ini. Tapi jika anda termasuk penakut yang penasaran, bolehlah beli satu dan baca.

Continue reading “Review Buku : Kisah Tanah Jawa – Jagat Lelembut”