Orang-Orang Yang Menulis

Saya kagum dengan beberapa orang rajin menulis. Mereka bisa menyiapkan waktu untuk menyusun huruf demi huruf menjadi bermakna. Mengalirkan isi hatinya kepada setiap huruf untuk bisa disampaikan ke pembaca.

Saya pun kagum dengan mereka yang walaupun sudah menulis bertahun-tahun tapi tetap mampu seperti itu bahkan lebih. Mungkin mereka adalah penulis atau orang yang konsisten.

Pun saya juga kagum dengan orang-orang yang sesekali saja menulis karena kesibukannya tetapi mampu menulis dengan baik. Tulisannya menjelaskan topik dengan gamblang semudah mengajarkan ABC kepada anak kecil.

Continue reading “Orang-Orang Yang Menulis”

Buang Sampah, Sembarangan !

Saya tertawa geli membaca berita yang satu ini. Ada orang yang membuang peti mati kosong ke sungai Bello Kabupaten Soppeng Sulawesi Selatan (Beritanya di Kompas.com).

Menurut keterangan, karena ‘penghuninya’ sudah dikuburkan lama, maka peti itu harus disingkirkan. Kok ya kebetulan sungai jadi pilihan.

Cuma mungkin pelakunya lupa, publik belum terbiasa melihat peti mati hanyut. Dan jika hanyutnya dalam keadaan tertutup, tentu mengidentifikasi kosong atau tidak secara visual cukup sulit.

Continue reading “Buang Sampah, Sembarangan !”

Mimpi Damai Kota Kecil

Jam handphone saya baru menunjukkan pukul 20 tapi jalanan sudah lebih banyak gelap. Lampu tempat-tempat publik sudah banyak padam. Tanda mereka sudah mengakhiri layanannya.

Istri saya sempat berkomentar seperti sedang kemalaman di jalan. Saya tahu, dia sedang rindu mudik. Membelah malam melewati belasan kota kearah pulau Jawa bagian timur.

Padahal kami cuma membelah kota ini dengan bermobil. Mengobati kangen melihat dunia luar rumah. Kebetulan istri rehat sejenak, tidak menyalakan kompor malam ini.

Jalanan sepi sungguh kontras dengan padatnya lalu lintas 3 bulan lalu. Saat pandemi belum ditetapkan.

Continue reading “Mimpi Damai Kota Kecil”

Hindari Konflik Kepentingan

Rasanya tidak ada yang lebih berat daripada konflik kepentingan. Saya lebih memilih untuk menghindari kondisi-kondisi tersebut. Biarpun dikatain bodoh karena tidak dapat memanfaatkan peluang.

Misalnya seorang ketua panitia lomba anak-anak yang mana anaknya sendiri juga terdaftar sebagai pesertanya. Sebagai ketua punya peluang untuk mengarahkan agar segala perangkat lomba meringankan salah satu peserta.

Pada kondisi tertentu bukan hanya memanfaatkan, tapi dapat menciptakan peluang. Contohnya ketua panitia lomba tadi bisa saja memberikan sinyal-sinyal yang dapat diartikan bahwa dapat membantu salah satu peserta lomba.

Continue reading “Hindari Konflik Kepentingan”

Kreatifnya Kita

Sekarang ini waktunya orang kepepet. Presiden kepepet agar segera menyelesaikan huru-hara pandemi. Gubernur, walikota, Pak Camat dan pimpinan daerah yang lain kepepet untuk segera memberikan bantuan ke warganya. Warga kepepet tidak bisa memenuhi kebutuhan seperti biasa.

Saya menyamakan kepepet ini dengan terdesak. Insyaallah tidak akan menimbulkan polemik seperti mudik dan pulang kampung itu. Tentu karena saya bukan presiden dan bukan siapa-siapa. Apalagi cebong dan kampret. BTW apa kabarnya mereka sekarang ya ?

Continue reading “Kreatifnya Kita”

Iklan Di Mana ?

Tidak terasa saya dan istri makin mahir belanja online. Selama #dirumahaja hampir tiap minggu ada paket yang datang. Kadang lebih dari sekali.

Sampai sampai anak lelaki saya cemburu. Dia tidak pernah kebagian paket. Hanya menjadi penerima dari kurir di depan rumah.

Tetangga-tetangga juga mirip. Kadang paket kadang go food. Hingga kami bisa tahu akan ada rumah yang mendapat kiriman hanya dengan mendengarkan suara motor kurirnya. Selalu pelan ketika memasuki jalan di sepanjang rumah kami.

Continue reading “Iklan Di Mana ?”

Marhaban Ya Ramadhan 1441H

Alhamdulillah bertemu dengan Ramadhan lagi. Tepatnya dipertemukan. Karena sebenarnya bukan kita yang menyebabkan itu. Ada Sang Maha yang mengijinkan saya dan Anda yang sedang membaca ini sekali lagi menjalani Ramadhan.

Namun kali ini spesial. Ditengah pandemi. Ibadahnya pun jadi spesial. Tidak bisa berjamaah di masjid. Tidak bisa bukan bersama di satu lokasi. Kebiasaan-kebiasaan sebelumnya banyak yang hilang. Benar-benar spesial.

Tetangga saya sampai merasa ada yang hilang menyambut bulan pernuh berkah kali ini. Saya tahu itu karena kekangenannya terhadap Ramadhan yang disambut meriah.

Apa boleh buat, kondisinya memang tidak memungkinkan. Di seluruh dunia menahan diri. Belajar beradaptasi terhadap kehadiran makhluk Allah yang lain, Corona.

Continue reading “Marhaban Ya Ramadhan 1441H”

Adaptasi Bersama

Virus mampu beradaptasi terhadap perubahan lingkungannya. Karena dia adalah makhluk hidup. Salah satu ciri makhluk hidup adalah beradaptasi.

Saya jadi terpikir bahwa sesuatu yang hidup harus bisa beradaptasi. Perusahaan yang hidup pun harus bisa beradaptasi. Saat lingkungannya berubah.

Dan saat ini perubahan itu terjadi dengan dahsyat. Karena seluruh dunia sedang sama – sama menghadapi pandemi virus. Dimana-mana menahan diri, membatasi ruang gerak. Barang dan jasa pun kena imbasnya.

Keduanya tidak bisa dikonsumsi dengan cara-cara lama. Perubahan sudah terjadi nyata. Layanan pesan antar berdemand tinggi. Yang tadinya tidak bisa diantar jadi bisa datang kerumah. Yang sudah mengantar memodifikasi agar pelanggan makin percaya.

Continue reading “Adaptasi Bersama”

Ini Yang Akan Terjadi Beberapa Bulan Ke Depan

Saya masih tertarik dengan tulisan sebelumnya tentang adopsi teknologi pada saat masa #dirumahaja. Dimana seperti saya tulis sebelumnya bahwa #dirumahaja ternyata mampu untuk meningkatkan adopsi teknologi telekomunikasi dan informasi. Silakan baca Peluang Ditengah Himpitan.

Walaupun dengan kondisi dipaksakan karena pandemi, namun adopsi teknologi saya pikir berhasil. Lalu jika makin banyak kalangan yang sudah memanfaatkan telekomunikasi dan informasi, kira-kira dua atau tiga bulan kedepan apa yang bakal terjadi ?

Continue reading “Ini Yang Akan Terjadi Beberapa Bulan Ke Depan”