Cing!

Cukup lama saya mengenal kucing dan 3 tahun belakangan ini dirumah ada 3 ekor, berawal sepasang bapak dan emak pemberian kawan lalu sekarang bertambah 1, betina lucu nan gendut. Masih belia, sekitar 9 bulan. Setiap ada orang mendekat ke kandangnya dia selalu bersemangat untuk bermain. Tipikal usia anak-anak yg penuh energi dan butuh penyaluran.

Perkenalan saya dengan kucing dimulai dari Ibu ketika saya di kelas 1 SMP. Suatu sore tiba-tiba saja datang seekor dalam kondisi sakit tidak mampu berdiri lagi. Tidak ada luka luar yang tampak. Tapi si kucing tidak banyak bergerak, hanya rebahan dan mengedipkan mata hingga berhari-hari. Ibu membuat alas tempat tidur untuknya dari keset sabut kelapa. “Ini supaya dia hangat,” kata Ibu kepada saya.

Hari ke enam si kucing bangkit dari tempat tidurnya. Kami bergembira karenanya. Saya terheran-heran dibuatnya. Enam hari hanya makan seiris daging bakso tanpa minum masih bisa sehat lagi ?! Tapi kegembaraan itu tak lama. Si kucing menghilang tiba-tiba, layaknya kedatangannya dulu. Kami sama sekali tidak punya petunjuk harus mencarinya kemana. Tidak ada asesoris di tubuh si kucing saat datang, membuat kami sepakat bahwa dia mungkin adalah kucing liar dan bukan dipelihara oleh seseorang. Ini didukung dengan lungkungan saya tinggal waktu itu belum sepadat sekarang. Masih banyak lahan kosong bersemak yang merupakan tempat cocock untuk sarang hewan.

Dua hari berselang, kejutan terjadi. Kucing kembali datang! Kali ini tidak sendiri, bersama tiga ekor kucing lain yang masih kecil tapi sudah bisa bermain. Lucu-lucu. Bertambah ramailah rumah kami. Ibu senang, saya senang, Ayah juga. Tapi beliau bertambah kerepotannya karena harus membersihkan lebih banyak kotoran kucing. Ibu paling tidak suka bau kotorannya.

Sama seperti sekarang ini, dirumah, sayadibuat repot karena harus menyediakan waktu khusus setiap pagi untuk memberi makan dan persediaan air minum di ketiga kandang tempat pelihaaraan kami itu. Dan yang paling krusial adalah membersihkan kotoran yang ada di bak pasir mereka. Istri dan anak saya meski senang memelihara namun untuk bagian itu mereka ‘berbaik hati’ memberikan saya peran seluas-luasnya 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *