Belajar dari pahlawan

Hari Pahlawan sudah lewat beberapa waktu yang lalu.  Momentum mengenang jasa para pahlawan kita. Juga digunakan sebagai hari untuk menetapkan gelar pahlawan nasional.

Proses sampai dengan ditetapkan cukup panjang. Harus ada yang mengusulkan ke Departemen Sosial. Melalui banyak pengkajian oleh berbagai elemen masyarakat. Berjenjang dari tingkat bawah hingga ke pusat. Persyaratannya pun ketat dan diatur oleh Undang-undang (UU no 20 tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan).

Saya yakin bahwa dari semua pahlawan yang sudah ditetapkan oleh negara tidak pernah mengusulkan dirinya sendiri. Pahlawan hanya berusaha sekeras mungkin. Memberikan yang terbaik buat orang lain. Buat Indonesia jika ingin lebih luas lagi. Tapi masih ada yang lebih luas lagi, buat kemanusiaan, buat kehidupan. Ndak peduli batas-batas yang dibuat manusia seperti negara.

Saya juga tidak mau mengusulkan diri agar mendapat gelar pahlawan. Tapi saya harus bisa mempunyai sifat-sifat pahlawan. Agar menjadi pahlawan bagi anak istri. Menjadi yang terbaik buat mereka. Diperjalanan hidup mereka yang panjang dunia-akhirat. yang hanya bisa diusahakan ketika saya masih hidup. Semoga ….!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *