Laboratorium Hidup

Memelihara tiga ekor kucing cukup merepotkan sekaligus mengasyikkan. Merepotkan pada bagian bersih-bersih. Jelas! Tetangga saya sampai minta diajari cara yang paling gampang melakukannya ketika kucingnya baru datang. Selain bersih-bersih, memberi makan dan minum secara rutin juga bisa merepotkan. Apalagi ketika harus ditinggal mudik.

Bagian mengasyikkannya tidak lain adalah bisa bermain-main dengannya. Apalagi yang masih anak-anak. Energinya besar, untuk bermain-main. Melatih daya tarung sejak anak-anak. Maklum selucu apapun juga, kaum bertaring ndak akan lupa sifat dasarnya. Nanti saat dewasa, mereka yang jantan sangat membutuhkan skill bertarung yang sarat dengan cakar dan taring. Dan yang betina harus mampu mempertahankan anak-anaknya dari gangguan.

Memelihara kucing tanpa pengetahuan sebelumnya juga mengasyikkan. Mencari perilaku kebiasaannya cukup menantang. Tujuannya untuk memudahkan dalam perawatannya. Dari tiga ekor yang saya pelihara, jika dipersonifikasi masing-masing mempunyai perilaku yang berbeda.

Si Micil, jantan abu yang sudah berumur suka makan. Seporsi menggunung. Jika kurang, dia pasti mengeong setiap ada yang lewat. Baru berhenti jika diberi tambahan makanan atau di cuekin masuk kedalam rumah. Dia hafal bunyi kotak makanannya. Kalau saya ingin dia balik ke kandang, tinggal goyang-goyang kotak itu sampai berbunyi. Ndak lama biasanya dia nongol di dekat kaki.

Lain lagi Si Leri, betina putih tulang yang tidak suka dipegang. Senang menyendiri. Tapi selalu merebut tempat jika tahu Si Micil sedang di garuk-garuk bulunya. Leri memang senang di garuk-garuk, cuma ketika itu saja dia mau mendekat.

Mereka berdua berkongsi menghasilkan Si Mumun. Anak kucing penuh energi yang kejanya bermain. Sesuai umurnya, 13 bulan. Taring-taringnya masih kecil tapi tajam. Bikin lengan perih jika dia menggigit gemes. Mainan favoritnya sobekan kertas yang di bentuk seperti bola. Dasar anak-anak.

Sampai dengan bisa menyimpulkan itu butuh waktu. Kadang direvisi sampai beberapa kali. Karena waktu berubah. Atau cara menelitinya yang keliru. Tapi itu semua bagian dari asyik yang menyenangkan. Seperti penelitian di laboratorium hidup.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *