Rumah Kosong

Ini bukan tulisan horor. Walau saya percaya bahwa jika suatu tempat jarang dikunjungi oleh manusia maka disitu menjadi tempat kesukaan mahkluk lain tinggal atau bermain. Tikus, laba-laba, kelelawar, ular, atau yang tidak terlihat. Tapi saya lebih tertarik dengan cerita yang menyertainya. Kebetulan sekali di lingkungan tinggal sekarang beberapa rumah tetangga dibiarkan kosong.

Ada satu rumah yang kosong karena penghuni terakhirnya tidak memperpanjang sewa. Dia pindah ke rumahnya sendiri setelah renovasi usai.

Yang satunya lagi memang sengaja tidak dijadikan tempat tinggal. Dibeli, dipermak sesuai keinginan, diisi perabotan, ditinggal ke Jakarta. Sesekali datang orang suruhan untuk ‘bebersih’ taman. Cuma akhir-akhir ini jarang.

Ada yang lebih parah, dibeli, diperbaiki, ditinggalkan begitu saja. Belum kelar. Sekarang engsel pintu depannya lepas. Para tetangga mengikatnya ke tiang teras. Supaya kucing tidak bebas keluar masuk. Maling juga.

Rumah kosong lainnya lebih beruntung. Dibeli untuk anaknya yang baru lulus sekolah. Sempat ditinggali selama beberapa bulan. Lalu pindah karena anaknya diterima kerja dan penempatan di Jakarta. Sekarang tinggal di BSD.

Yang aneh ada. Kavling tanah kosong dibangun. Pondasi sudah. Dinding bata sudah naik. Dua lantai. Ditinggalkan begitu saja tanpa atap. Sekarang dijual. Senilai rumah jadi 2 lantai.

Saya juga pernah punya rumah kosong. Karena pindah kota lokasi kerja. Dikontrakkan. Tidak diperpanjang. Hingga tidak terurus. Menyisakan tagihan air hampir 2 juta. Sekarang sudah dijual.


NB: sebenarnya lebih pas disebut sebagai rumah tak berpenghuni daripada rumah kosong yak.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *