Tengah Siang Kami

Beberapa bulan terakhir saya dan teman-teman dikantor punya kebiasaan makan bersama. Kebetulan ada meja panjang yang cukup untuk 6 orang. Cukup berisik jika sedang penuh.

Sebagai pembuka ritual biasanya kami saling menyakan menu masing-masing. Semakin beragam, semakin rame saling icip. Kalau saya, cukup dengan melimpahkan setengah nasi. Kepada yang masih dalam masa pertumbuhan.

Kelakuan saat makan beragam. Ada yang langsung habis tanpa ba bi bu. Ada yang ditengah jalan baru ingat dan mencari krupuk. Ada yang menyapa setiap orang yang lewat. Maklum meja makannya di jalur lewat orang.

Obrolan-obrolan ringan selalu hadir selama makan. Macam-macam. Nasional viral maupun lokal viral. Kadang tentang yang lagi rame di Instagram. Kadang game. Kadang jodoh. Apapun… dan jarang tentang kerjaan.

Selesai makan, seringnya tidak bubar langsung. Setelah beberes peralatan dan area makan masing-masing, Kami duduk kembali. Makan snack atau browsing-browsing HP. Sambil tetep ngobrol. Kadang saya minum kopi. Panggangan Aroma Jl Banceu Bandung yang tersohor itu. 

Bagi saya, momen ini menjadi penghibur harian. Kesempatan bercanda dengan kawan. Berkomunikasi verbal aktif. Santai sejenak meletakkan beban. Ber haha-hihi.

Sekitar jam 13 siang barulah satu persatu dari kami kembali ke meja masing-masing. Atau ke ruang rapat. Kembali ke alam masing-masing. Mengalami perjalanan melintas waktu berkawan dengan kegiatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *