Dukung Mendukung

Seorang kawan yang aktivis sosial didaerahnya bercerita. Beberapa kali didatangi tim sukses. Diminta dukungan. Demand yang lagi naik daun belakangan ini. Untuk hajatan besar negara, April 2019 akan datang.

Kawan ini bisa dikatakan sebagai simpul didaerahnya. Pendapatnya di dengar. Jawabannya di nantikan. Bukan skala nasional sih, hanya lingkungan RW. Sebuah desa di kaki gunung utara Bandung Kota. tapi secara administratif masuk ke Kabupaten Bandung.

Kabarnya si Tim Sukses sudah meminta Kawan menyetorkan data diri. Lengkap dengan ukuran baju dan jas. Beberapa hari kemudian bertambah kabar. Sang Kawan ini akan dimasukkan ke dalam tim penasehat spiritual salah satu calon. Bener atau tidaknya saya belum dapat update lagi.

Rasanya semua sudah maklum. Masa-masa seperti ini dukung-mendukung menjadi keramaian. Tiba-tiba dijalanan terpampang wajah-wajah penuh senyum, penuh semangat, penuh kebaikan. Dibarengi dengan slogan-slogan penuh simpati. Beberapa waktu sebelumnya, entah kemana foto-foto itu.

Saya masih penasaran, dukungan macam apa yang dibutuhkan para calon atau tepatnya tim sukses itu. Goalnya sih sudah jelas. Agar di hari H nanti orang-orang memilih dia. Saya tanyakan ini ke Kawan yang sudah menyanggupi pinangan salah-satu tim sukses tadi.

“Saya bisa menyampaikan ke orang-orang bahwa Sang Calon inilah yang layak dipilih nanti”, katanya. “Tapi Saya harus lihat dulu kualitasnya,” sambungnya.

Saya simpulkan ini semacam referral, meminjam istilah dunia marketing. Seorang figur yang dianggap berpengaruh akan menjadi perhatian orang-orang disekitarnya. Maka ketika dia memberikan referensi pilihan akan mempercepat proses pengambilan keputusan ‘pengikutnya’.

Figur yang sudah dipercaya tidak akan keliru dalam memilih, akan memudahkan pengikutnya menentukan pilihannya. Bahkan bisa mem-bypass tahapan komparasi pilihan. Seorang anak tidak akan ragu melahap makanan yang sama dengan yang dimakan ibunya. Jamaah akan dengan mudah memilih baju koko dengan merk yang sama seperti yang digunakan oleh ustadz kepercayaannya.

Tapi dukungan tidak gratis. Rasanya sulit di masa ini untuk mencari pendukung gratis. Pastinya selalu ada trade-off. Jika salah satu pihak dirasakan mendapat keuntungan, maka pihak yang lainnyapun akan berusaha mendapatkan. Minimal sama.

Kawan saya ini sedang butuh untuk mengembangkan kegiatan masjid dan sosial di kampungnya. Maka itu yang akan dia mintakan dukungan balik ke tim sukses. Yang biasanya memang sudah siap dengan dukungan finansial. Buat rakyat, yang sedang dia butuhkan suaranya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *