Selera Spooky

Kawan saya langsung berkomentar. “Ih tempatnya spooky.” Dan memang benar. Jika yang dimaksud kawan saya dengan spooky itu adalah gedung dengan ornamen ketinggalan jaman, saya setuju.

Memang, kali ini kami akan mencicipi tempat menginap bernuansa alam di Bogor. Dibangun 1997. Dengan halaman yang sangat luas.

Pertama kesini 2014, sudah cukup lama. Tapi tidak banyak berubah. Halaman depan luas dengan kerbau. Patung seukuran kerbau beneran.

Loby terbuka tanpa dinding. Mirip balai desa diseberang rumah nenek. Kolam ikan dibeberapa sisi membuat adem. Walau sebenarnya pepohonan di halaman sudah mendatangkan hal itu.

Halaman belakang lebih luas lagi. Hampir mirip kebun raya. Tapi dengan penginapan dan segala fasilitasnya. Restauran, kolam renang, lapangan tenis, tempat fitness, playground.

Semuanya dibuat menyatu dengan alam. Terbuka. Kalaupun ada yang indoor tetap dengan kaca lebar. Agar yang didalam tetap merasa satu dengan luar.

Tapi kamar inap tetap ruangan tertutup. Tapi besar. Kali ini saya dapat di lantai 1. Redup, cocok untuk beristirahat. Lantai parket yang sengaja mengekspos warna asli kayu.

Bagus secara fungsi, mempertahankan suhu hangat. Pas dengan Bogor sebagai kota hujan. Tapi melengkapi ‘keredupan’. Semakin komplit dengan kusen kayu.

Di lantai ini, saya tidak menemukan balkon. Karena lantai 1 ternyata berada 1 lantai di bawah lobi.

Sebuah bathup marmer besar dengan teras terbuka ke halaman belakang yang saya temukan saat membuka pintu. Yang awalnya saya pikir ke balkon.

Buru-buru saya cari penerangan di teras itu. Karena saya masuk kamar hari sudah malam. Untuk menghilangkan kesan singup. Lembab dan redup.

Tapi sepertinya tidak berhasil. Penerangannya juga redup. Desain tembok tebal mirip bangunan kolonial mengkokohkan nuansa itu.

Untuk bagian ini saya memang merasa tidak terlalu nyaman. Bagian tempat tidur masih oke. Apalagi jika pintu kearah teras itu ditutup.

Halaman hotel luas dengan pepohonan besarnya adalah tempat ternyaman. Saya jadi teringat kunjungan singkat di Kuala Kencana tahun 2009.

Sebuah komplek perumahan karyawan Freeport. Beberapa kilometer dari Timika. Komplek modern ditengah-tengah rimba. Kolam renang, Supermarket Hero, Kantor Damkar, fasilitas lisrik dan telpon ada. Bayangkan, ditengah rimba Papua.

Rasanya ingin kesana lagi. Melihat perubahan yang terjadi. Entah kapan. Andai dapat kesempatan kesana, semoga tidak bertemu tempat yang spooky seperti teras kamar saya menginap di Bogor ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *