Kanvas Kota

Bandung gudangnya kreatifitas. Anak-anak mudanya terutama. Musik, film, tari, buku, gaya hidup, arsitektur, mode, aplikasi, games, fotografi, lukisan, dan yang lainnya. UNESCO pun mengakui Bandung sebagai kota kreatif.

Sayang rasanya jika tidak menikmatinya. Salah satu yang sering saya lihat di jalan Siliwangi. Karya lukis anak-anak seni rupa ITB. Di dinding beton penahan bukit diatasnya.

Lukisan dinding sudah seperti budaya kota. Ada alirannya sendiri. Grafitti atau mural. Bomber, sebutan pelakunya di Indonesia. Banyak yang tergabung. Hampir ditiap kota. Grafittinya juga.

Setiap ketemu lukisan ini, saya sempatkan melihat. Menebak ‘suara’ apa yang diteriakkan oleh pembuatnya. Persis lukisan, tapi ini kanvasnya tembok atau bahkan publik transport. Kanvasnya kota.

Tidak semua orang setuju dengan hal ini. Karena kadang dibuat di tempat yang tanpa ijin pemiliknya. Tentu bikin sebel yang punya. Bisa jadi bikin sebel semua orang. Jika di city landmark misalnya.

Kalau menurut saya bagus, asal lukisannya berseni. Dan ditempat-tempat yang memang tidak digunakan. Tapi juga sebel jika tembok rumah digituin tanpa ijin. Bingung kan …

Saya ingin mendokumentasikannya. Merekam keberadaan dan interaksinya dengan lingkungan sekitar. Lewat fotografi. Genre street fotografi. Hobi yang sudah di tahun ke 11.

Tidak hanya yang ada di Bandung. Di kota lain juga. Penasaran apakah ada perbedaan gaya disana. Apa ada kesamaan ? Apa ada pola perubahannya ?

Saya akan menyimpannya di instagram @fotosabtuminggu dengan hashtag #KanvasKota. Yang tertarik juga bisa join dengan hashtag itu ya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *