Hidup ini aneh

Tidak cuma normal. Hidup ini kadang tidak normal juga. Aneh. Keduanya membentuk hidup. Hidup kita, manusia. Sejak dipikiranpun kadang saya temui ketidak normalan. Minimal di batas kenormalan saya.

Haha makin bingung kan? Arah tulisan ini makin tidak normal. Silakan berhenti kapan saja, tidak usah meneruskan membaca sampai selesai sekiranya dianggap tidak bermanfaat.

Ada 2 pemikiran dan sikap menarik dari kawan yang saya temui dalam 2 minggu terakhir. Lucu karena menurut diluar batas normal saya. Tapi anehnya nyata.

Kawan saya yang pertama penyayang kucing. Dia cerita, kasihan ke kucing betinanya yang sedang birahi. Mengeong kesana kemari di dalam rumah —dia memeliharanya di dalam rumah.

Lucunya, kawan saya ini sempat mengutarakan pilihan alternatif untuk melakukan sterilisasi ke si kucing agar tidak kesakitan saat birahi. Dia menganggap dengan suara mengeong itu suara kesakitan. Entahlah.

Di lain waktu dan lain kawan bereaksi yang aneh juga. Lagi-lagi menurut saya. Rasa kasihannya terhentak keluar ketika ikan yang terkait di maka pancingnya menggelepar berulang-ulang di pinggir kolam. Dengan mata kail masih tersangkut ki bibirnya.

Dan diulanginya perkataan itu sambil jongkok didepan ikan yang masih menggelepar. Kali ini ditambah beberapa tetes darah dari kepala ikan. Dan dia tetap dengan adegannya. Jongkok dan berkata kasihan. Haha.

Reaksi dari satu peristiwa beragam dan memang kadang aneh. Keragaman itu yang membentuk hidup. Menarik untuk diamati. Memperkaya hidup.

Dan ketika seseorang kaya akan ragam, saya rasa dia akan mempunyai banyak alternatif untuk bereaksi. Dan saya telah mendapatkan 2 ragam baru tentang itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *