Tidak Menyentuh Kacamata Renang Bagian dalam, Real atau Mitos ?

Kira-kira sudah lebih dari 5 kali saya membeli kacamata renang. Walau berenangnya cuma sesekali. Tapi sekalinya berenang, tanpa kacamata pasti pedih setelahnya.

Ada yang bilang iritasi akibat kandungan kaporit —kalsium hipoklorit— dari air kolam. Pengelola kolam biasanya secara berkala mencampurkan bahan ini ke air. Memberikan rasa aman dari bakteri kepada penggunanya. Kaporit adalah bahan pembasmi bakteri.

Kacamata berenang sekarang ini banyak modelnya. Minggu lalu saya lihat makin keren-keren. Mengikuti tren. Frame dengan warna-warni pastel untuk kaum hawa. Dominasi hitam untuk yang macho. Warna cerah untuk anak-anak.

Bentuknya pun tidak lagi dominan bulat lonjong seperti bentuk mata. Ada yang agak mengotak, atau bulat lebar. Tapi belum pernah saya lihat yang berbentuk segitiga pun bintang 😀

Kacanya juga sudah tidak lagi dominan hitam untuk menurunkan intensitas cahaya. Saya terbantu sekali dengan yang warna ini ketika berenang di kolam outdoor saat terik.

Warna biru memberi efek sejuk dimana. Senada dengan kebanyakan warna keramik kolam. Warna kuning membuat lebih terang. Enak dipakai bagi yang suka berenang setelah matahari tenggelam.

Untuk bagian ini umumnya punya fitur anti UV dan anti fog. Anti UV sebagai pencegah sinar Ultra Violet masuk ke mata. Anti fog mencegah terbentuknya kabut di kaca bagian dalam.

Penjelasan yang saya terima dari penjual tentang anti fog ini adalah tentang keberadaan lapisan tipis kasat mata yang berfungsi mengcegah pengkabutan. Entah teknisnya bagaimana.

Namun keterangan tentang anti fog itu selalu diakhiri dengan nasehat agar kaca bagian dalam jangan sampai tersentuh jari supaya anti fognya awet. Sehingga proses pengeringan harus tanpa dilap. Dibiarkan begitu saja supaya kering dengan sendirinya.

Dan sampai disini saya selalu bertanya-tanya. Apakah ini real atau cuma mitos? Karena saya susah sekali tidak menyentuh kaca bagian dalam. Karena saat memasangnya di kepala dan membuka harus melibatkan jari tangan. Atau cara memasangnya yang keliru ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *