Otodidak atau lewat lembaga pembelajaran ?

Saya masih meyakini untuk bisa menguasai pengetahuan atau keterampilan bisa dengan belajar sendiri. Karena setiap kita sudah dibekali kemampuan belajar yang canggih dari Allah. Sang Maha Pemurah dan Sang Maha Tahu.

Dalam beberapa hal, belajar sendiri (otodidak) berhasil saya lakukan untuk merubah dari yang tidak bisa menjadi bisa. Misal berenang. Dulu saya tidak bisa berenang. Masuk kolam renang pertama kali ketika SMA. Langsung tenggelam di 2 meter. Pakai di ketawain sama temen-temen. Terlalu malu untuk ikut belajar berenang. Takut dibarengin sama anak kecil-kecil. Hahaha…

Dengan tekat bulat akhirnya saya bisa berenang. Gaya Katak. Tujuh tahun kemudian. Ketika lebih sering ada kesempatan mengunjungi kolam renang. Saat sudah kelar kuliah. Belajar dari melihat orang yang sedang berenang. Amati kapan tangan bergerak dan kapan kaki bergerak. Coba dilakukan. Tersedak! Amati lagi kapan ambil napasnya. Begitu berulang-ulang.

Pun demikian awalnya ketika saya tertarik dengan panahan. Ketika sudah jaman Youtube. Saya banyak mengamati dari sana. Tarik busur, bidik, dan lepaskan. Itu yang dipelajari. Nampak gampang, seperti belajar berenang dulu. Prakteknya tidak seperti itu. Banyak hal yang saya lewatkan sebelum memulai menarik busur. Dan lebih banyak hal lagi yang terlewat.

Anak saya pun sama ketika belajar memanah. Memasuki bulan ke 3, tidak terlihat perkembangan yang berarti. Bulan pertama sudah bisa dikatakan bisa memanah. Tapi sampai bulan ke tiga masih di level bisa saja. Tidak terlihat lebih efisien, pencapaian skor lebih besar, dan lebih sedikit error.

Sampai disini saya mulai kepada kesimpulan bahwa tetap pada jalur otodidak bukan lagi jadi pilihan. Anak saya pun setuju mengikuti sekolah panahan. Selama tiga bulan. Hasilnya luar biasa. Perkembangan pesat didapat. Lebih dari hanya lewat video Youtube. Efisiensi gerak dicapai, kenaikan skor diraih, tinggat error menurun. Dan memang ada pengetahuan yang terlewat diamati dari video-video yang kami pelajari.

Kami merasakan perbedaan yang cukup signifikan dari proses belajar otodidak dan lewat lembaga. Lebih baik yang mana ? Menurut saya keduanya sama baiknya. Tinggal momentum dan kebutuhan seseorang yang menentukan. Yang jelas keduanya sama-sama perlu semangat untuk berkembang. Semangat untuk berubah menjadi lebih baik. Salah satunya lewat self development.

Sumber foto: https://pixabay.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *