Injuri, Berkah, dan Kelancaran

Ramadhan hari pertama penuh cerita. Semoga bisa menjadi ibroh bagi semua yang membaca. Khususnya saya, sebagai pengingat untuk lebih baik lagi.

Hampir-hampir terlewat makan sahur. Istri saya terjaga hanya 15 menit sebelum imsak. Dengan cekatannya nasi beserta telur ceplok berhasil disediakan di meja makan.

Saya dan anak berhasil makan sahur. Sebuah kegiatan yang mengamdung keberkahan. Begitu kata Nabi Muhammad. Namun istri tidak lagi sempat makan. Adzan Subuh sudah berkumandang.

Tapi saya yakin, ada keberkahan lain pada memberikan orang lain kesempatan makan sahur. Apalagi itu untuk suami dan anaknya. Yang akhirnya berhasil menyelesaikan shaum hari pertama.

Bahkan anak saya sanggup berlatih panahan di sore tadi. Untuk persiapan lomba yang akan diikutinya akhir minggu ini. Tanpa keluhan.

Saya sendiri diberi kelancaran di kantor. Perkiraan akan kedinginan di ruangan, karena biasanya ketika puasa tubuh lebih panas, tidak terjadi. Jaket hangat yang sudah saya bawa dari rumah tidak sepenuhnya digunakan.

Begitu juga satu pekerjaan dadakan yang perlu dipersiapkan dalam waktu singkat akhirnya tidak jadi. Padahal sudah sempat khawatir dengan beberapa hal teknis yang belum saya pahami ilmunya.

Begitulah Allah mengaturnya. Kita-kita hanya harus menjalaninya dengan baik. Hasilnya akan seperti apa, slama kita sudah berusaha sepenuhnya, tinggal sekehendak Yang Maha Kehendak saja.

Wallahualambisawab…

Sumber gambar : https://unsplash.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *