Ternyata Ini Makna Shaum Bagi Orang Yang Bertakwa

Sebuah catatan kecil dari kajian singkat tarawih malam ke 7 oleh Ustadz H Dadan Wildan MA. di Masjid Daarurrahman.

Shaum adalah ritual klasik yang diperintahkan kembali kepada umat Nabi Muhammad. Hal ini secara jelas disebutkan pada surat Al Baqarah 183.

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa [Al Baqarah 183]

Jika ditelaah lebih lanjut, shaum bagi umat muslim mempunyai 3 fungsi, antara lain :

  • Fungsi Konfirmatif, yaitu dalam rangka membuktikan keimanan dengan kepatuhan untuk melaksankan sesuai dengan ketentuan.
  • Fungsi purifikatif, yaitu untuk melakukan pembersihan fisik maupun ruh. Sudah banyak penelitian menyatakan bahwa shaum mempunyai efek detoksifikasi yang membuat badan menjadi sehat.
  • Fungsi transformatif, yaitu menjadikan pribadi yang lebih baik. Menjadi lebih sabar, lebih komitment, lebih ikhlas dan yang lainnya.

Selain fungsi-fungsi tersebut, Orang yang bertakwa akan mampu melihat makna shaum.

Shaum bagi orang yang bertakwa merupakan ajang latihan menjadi ikhlas. Orang lain tidak dapat melihat apakah seseorang sedang puasa atau tidak. Karena ini adalah ibadah yang tidak nampak. Hanya dia dan Allah yang tahu. Dan Allah sendiri yang membalasnya (HR. Tirmidzi: 695) – http://hadits.in/tirmidzi/695

Kemudian shaum juga sebagai sarana melatih kesabaran. Yang mana sabar sebagai modal utama dari kecerdasan emosional. Bahkan dinyatakan bahwa sabar dapat menjadi penolong orang-orang yang beriman.

Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. [Al Baqarah 153]

Cukup banyak contoh manfaat sabar yang diabadikan dalam sejarah. Sebut saja dalam perang Badar. Jumlah pasukan muslimin yang tidak sebanding dengan lawan bisa memenangkan pertempuran. Tiga ratus tujuh belas melawan lebih dari seribu. Karena datangnya bantuan dari Allah yang menurunkan pasukan tak terlihat. Ini Karena pasukan muslim sabar dalam mengikuti perintah Nabi.

Lain halnya dengan perang Uhud. Yang mana kekalahan pasukan muslim akibat dari ketidaksabaran pasukan yang ditugasi sebagai penjaga di atas bukit. Hal tersebut harus dibayar mahal dengan kekalahan bahkan Nabi terluka.

Fungsi dan makna shaum tersebut haruslah dapat diraih oleh setiap muslim yang melaksanakannya. Tentu dengan semangat sungguh-sungguh. Ramadhan adalah waktu terbaik untuk melatihnya. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah mempertahankannya diluar Ramadhan. Ini akan lebih berat lagi. Tapi tidak ada yang tidak mungkin. Apalagi bagi oarang-orang yang bertakwa.

Wallau’alam bishawab.

Sumber gambar : Shutterstock

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *