Zakat Fitrah Sebagai Pembersih Bagi Orang Yang Berpuasa

Sebuah catatan kecil dari kajian singkat tarawih malam ke 16 oleh Ustadz Syaiful Hamdi di Masjid Daarurrahman.

Ramadhan diakhiri dengan menunaikan zakat fitrah. Ini diwajibkan bagi semua muslim meskipun di dalam Al-Qur’an tidak disebutkan kata tersebut. Tidak bisa ditinggalkan meskipun hanya disebutkan dalam hadist.

Hal ini disebabkan karena hadist mempunyai 4 fungsi terhadap Al-Qur’an, yaitu :

  1. Menguatkan apa yang disampaikan Al-Qur’an. Sebagai contoh adalah perihal berwudlu.
  2. Menjelaskan apa yang telah dimuat dalam Al-Qur’an. Contohnya perintah shalat yang dijelaskan mengenai tata cara shalatnya melalui hadist.
  3. Menghapus yang disampaikan di Al-Qur’an. Contohnya wasiat bagi yang akan meninggal yang dijelaskan pada hadist bahwa tidak ada wasiat untuk ahli waris.
  4. Menetapkan hukum yang tidak ada dalam Al-Qur’an. Contohnya di Al-quran hanya disampaikan dilarang makan babi. Namun hadist menjelaskan lebih dari itu.

Adapun hadist yang menjelaskan tentang zakat fitrah ini salah satunya adalah sebagai berikut:

Zakat Fitri merupakan pembersih bagi yang berpuasa dari hal-hal yang tidak bermanfaat dan kata-kata keji (yang dikerjakan waktu puasa), dan bantuan makanan untuk para fakir miskin”.(HR. Abu Daud)

Dengan demikian berdasarkan hadist diatas terdapat 2 fungsi zakat fitrah yaitu sebagai pembersih bagi orang-orang yang telah berpuasa di bulan Ramadhan. Yang kedua adalah sebagai makanan bagi orang miskin.

Kemudian mengenai waktu untuk mengeluarkan zakat fitrah disebutkan dalam hadist berikut.

“Barang siapa yang membayar zakat fitrah sebelum shalat ied, maka termasuk zakat fitrah yang diterima, dan barang siapa yang membayarnya sesudah shalat ied maka termasuk sedekah biasa (bukan lagi dianggap zakat fitrah)“. (HR. Bukhari dan Muslim)”

Sehingga terkait dngan waktu penunaian zakat fitrah ini maka hukumnya bisa dibedakan menjadi 4 sebagai berikut:

  1. Mubah jika dikeluarkan diantara 1 sampai dengan akhir Ramadhan. Dan ini sah.
  2. Wajib jika dikeluarkan pada waktu setelah berbuka terakhir sampai dengan sebelum Subuh. Ini juga sah.
  3. Sunnah jika dikeluarkan dari Subuh sampai dengan sebelum shalat Idul Fitri. Periode ini adalah waktu yang terbaik dan sah.
  4. Haram jika dikeluarkan setelah shalat Idul Fitri dan ini menjadi tidak sah. Insyaallah dihitung sebagai sedekah.

Memasuki setengah masa Ramadhan dan menyiapkan untuk menyongsong 10 hari terakhir maka mari bersama-sama untuk juga mempersiapkan zakat fitrah terbaik dengan memperhatikan petunjuk besaran dan waktu yang telah ditetapkan.

Wallahu a’lam bishawab.

Sumber gambar: freepik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *