Menyongsong Keberkahan

Ramadhan bukan alasan bagi kita untuk bermalas-malasan dan menurunkan irama harian. Sejarah muslim mencatat pada bulan ini pula terdapat beberapa peristiwa sukses yang tidak boleh dilupakan.

Menurut KH Yusuf Muhammad, setidaknya ada 4 peristiwa besar yang patut diambil hikmahnya, antara lain :

  • Pada Ramadhan tahun ke 8 Hijriah, Nabi Muhammad SAW berhasil mengislamkan orang-orang di Thaif. Sebuah daerah yang paling menolak ajaran yang disampaikan Nabi.
  • Nabi merebut kembali kota Makkah (Fathul Makkah).
  • Pada 28 Ramadhan 92 Hijriah Thariq bin Ziyat berhasil menaklukkan tanah Andalusia.
  • Pada 8 Ramadhan 1364 Hijriah kemerdekaan Republik Indonesia dilakukan.

Peristiwa-peristiwa tersebut seakan mengingatkan umat muslim untuk terus bersemangat pada bulan Ramadhan. Yang berdagang tetap berdagang. Yang mengajar tetap mengajar. Yang kantoran tetap ke kantor.

Tentu dengan dilandasi niat untuk beribadah. Karena ibadah bukan hanya urusan di masjid saja. Semua permukaan bumi ini adalah tempat ibadah. Banyak kesempatan yang bisa diraih pahala amal ibadahnya.

Teoritisnya seperti itu. Dan teori lebih mudah daripada praktek. Contoh kecil saja ketika berkurang waktu istirahat malam karena harus makan sahur, di awal Ramadhan akan berdampak kepada stabilitas tubuh. Paginya lemas, siangnya ngantuk, sorenya lapar. Lengkap sudah.

Namun ini semua menjadi bagian dari keberkahan Ramadhan. Satu paket istilahnya. Penelitian menyebutkan efek tersebut merupakan proses detoksifikasi tubuh yang akan hilang menginjak 10 hari kedua dan seterusnya.

Wallahu a’lam bishawab

Sumber gambar: freepik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *