Melambung

Kalau ditanya siapa yang paling berani, jawabnya pemotor yang melambung. Dan kalau pertanyaannya disambung dengan siapa yang paling nekat, jawabnya juga pemotor yang melambung. Siapa yang paling cerdas, jawabnya tetap pemotor yang melambung. Pun ketika pertanyaannya diganti jadi siapa yang paling beresiko, jawabnya ya pemotor yang melambung.

Sebelumnya minta maaf, pertanyaan diatas adalah dari saya. Dan saya jawab sendiri. Yang tersinggung mohon tidak marah. Yang tidak marah, mohon tidak membenci. Yang tidak marah dan tidak benci, silakan teruskan membaca.

Melambung adalah bentuk contra flow sementara, berkendara pada lajur yang arahnya berlawanan. Amannya hal ini dilakukan dengan terencana pengawalan ketat petugas karena memang sangat beresiko. Selain petugas, keberadaan tanda sedang ada contra flow juga diperlukan. Bisa berupa tulisan atau traffic cone sepanjang ruas yang berlaku.

Namun yang sering terjadi melambung dilakukan dengan pengawalan. Asal di sebelah kiri sudah penuh dengan mobil, motor langsung ambil ke sebelah kanan. Yang dibelakangnya mengikuti. Jadilah satu baris di lajur yang berlawanan. Mereka jadi lebih cepat. Sementara yang lain bermacet ria. Yang lajurnya mereka pakai jadi kelagapan. Lebih waspada.

Belum lagi yang merasa motornya bisa lebih cepat dari yang lain. Menyaliplah di sebelah kanan dari baris yang tadinya sudah melewati marka tengah jalan. Jadilah 2 baris. Dan ada yang merasa motornya lebih cepat lagi. Lebih ke kanan lagi. Bertambah lagi barisnya. Jadi 3. Kendaraan yang dari depan makin melambat. Kadang harus berhenti. Memilih aman.

Sekarang ini rasanya melambung sudah menjadi kebutuhan. Demi kecepatan. Demi kelancaran. Demi segera sampai. Dan beribu demi yang lain. Padahal setahu saya kontra flow adalah diskresi petugas Kepolisian. Bukan keputusan masing-masing pengendara.

Sadar atau tidak, melambung adalah sebuah perbuatan yang membahayakan diri sendiri. Juga pengendara lain yang searah. Juga pengendara yang berlawanan arah yang lajurnya dipakai. Dan bisa jadi perbuatan yang melanggar hukum lalu lintas.

Maka ada baiknya melambung dikurangi. Jika bisa tidak dilakukan sama sekali. Sambil melatih kesabaran. Yang sepertinya makin tipis di jalanan kita sekarang ini.

Wallahu a’lam bishawab.

Sumber gambar : Freepik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *