Cas eh Caz

Pernah lihat papan nama sebuah tempat makan kekinian yang menunya mie instan disegala macemin kan ? Itu lho yang sudah jadi waralaba besar di banyak kota besar. Yang salah satu fasilitasnya 100 stop kontak.

Sejak free wifi sudah menjadi standar layanan yang diharapkan dalam benak pelanggan, penyedia tempat usaha nongkrong kekinian meyakini kebutuhan stop kontak listrik juga sudah mirip dengan sembako.

Fitur 100 stop kontakpun semakin banyak pengikutnya. Setidaknya di tempat nongkrong kekinian serupa. Orang makin mudah mencari colokan listrik ketika baterai hp-nya menipis. Atau ingin berlama-lama dengan laptopnya yang sedang lobet.

Dan memang umumnya orang menggunakannya untuk kebutuhan pengisian daya baterai. Baterai smartphone atau laptopnya. Atau juga powerbank-nya. Belum pernah saya temui menggunakannya untuk pengering rambut. Atau setrika, atau memasak nasi pakai magic jar. Walaupun secara teknis bisa.

Cuma memang tidak pantas rasanya jika di tempat nongkrong yang ramai ada yang sedang mengeringkan rambut dengan hair dryer yang berisik. Atau menyetrika baju di gerbong kereta api. Atau memasak nasi di open space-nya mall. Saya belum pernah menemui pengumuman tertulis yang dipasang agar hal tersebut tidak dilakukan. Mungkin saya kurang jalan-jalan…

Barangkali ini karena hanya digunakan untuk pengisian baterai yang berkapasitas kecil menyebabkan fitur colokan listrik publik ini bisa digunakan siapa saja tanpa dipungut biaya. Coba saja jika untuk masak nasi atau mendidihkan air. Berapa watt tuh habisnya.

Tapi beberapa kali saya menemui fasilitas ini berbayar. Ongkosnya Rp 2.000 sekali ngecas. Waktu itu saya lihat di sebuah kios toilet umum kawasan wisata Paralayang Songgokerto, Kota Batu, Jawa Timur.

Saya lihat lagi di sebuah warung kopi seberang base camp jeep tour Bromo. Ketika menghabiskan waktu menunggu ke puncak Seruni. Tidak jauh dari kantor Telkom Sukapura Kabupaten Probolinggo Jawa Timur. Ongkosnya Rp 2.000 juga. Saya sempat iseng mengambil gambarnya.

Saya tidak bertanya, berapa ongkos cas eh caz jika pakai pengering rambut atau setrika. Ngapain juga mau ke gunung Bromo pakai begituan. Haha….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *