Review Buku: Kelakar Madura Buat Gus Dur

Lagi-lagi saya membaca buku baru dengan tulisan lama. Cetakan pertama buku ini sih Januari 2018. Namun bukunya sudah muncul 2001. Rupanya yang saya pegang adalah versi republish (saya belum tahu istilah yang tepat).

Di buku ini, H. Sujiwo Tedjo menuliskan beberapa cerita dengan latar belakang kehidupan orang-orang Madura yang memang unik. Apalagi terkait dengan persepsi mereka terhadap sosok Gus Dur yang pada masa itu menjadi presiden RI.

Kenapa Madura ? Menurut saya karena penulis memang paham dengan budaya Madura. Yang memang penulisnya juga punya darah tersebut yang diturunkan dari Ayahnya. Cukup banyak kisah-kisah jenaka yang muncul sejak saya kecil dulu terkait dengan budaya ini. Kadang digunakan untuk menunjukkan hal positif ataupun sebaliknya.

Namun di buku ini, Penulisnya mampu meracik dengan baik antar kelakar atau humor, Madura, dan Gus Dur dengan baik. Sehingga tidak akan ada pihak yang tersinggung. Begitu menurut saya yang membacanya di jaman sekarang ini. Tidak tahu ketika masa-masa dulu saat buku ini muncul pertama kali.

Kenapa begitu ? Walaupun isinya kelakar, buku ini banyak mengambil setting kondisi masyarakat dan politik saat presidennya Gus Dur. Banyak sekali pro kontra pada saat itu. Bahkan sampai-sampai menjadi masalah hukum yang cukup ramai.

Membaca buku ini akan lebih mudah memahami jika sudah tahu latar budaya Madura sebelumnya. Tapi jika tidak pun tak mengapa. Minimal jadi tahu jalan pikiran orang-orang Madura secara umum.

Tapi bukan berarti kesemuanya seperti itu. Saya yakin Mbah Tedjo punya makna-makna lain terhadap penggambaran personifikasi yang digunakan pada cerita-ceritanya. Jadi tidak untuk di generalisir ke semua orang Madura.

Saya sendiri setelah membaca buku ini jadi tertarik untuk mencari informasi lebih dalam. Bagaimana bisa penduduk pulau Madura yang tidak jauh dari Pulau Jawa (sekarang terhubung dengan jembatan 5 km) tetapi hidup dengan bahasa yang sangat berbeda dengan Jawa Mataraman ataupun Malangan. Malah dengan Surabaya saja sudah jauh berbeda.

Begitulah sebuah buku. Bisa memberikan insight-insight. malah juga pertanyaan yang bikin penasaran lebih jauh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *