Merdeka!

Minta ampun ribetnya. Jika sudah berurusan dengan warga. Dalam hal ini warga komplek perumahan. Yang notabene sudah pasti pinter-pinter. Tak jarang urusan yang seharusnya bisa mudah menjadi lebih berkelok. Bahkan bisa lebih banyak dari pada kelok 44 di Sumatra Barat sana.

Apalagi yang terkait dengan dana. Dana kas RW tepatnya. Yang saya tidak tahu cerita awalnya. Namun jadi tahu sekarang. Setelah ditugaskan pak RW menjadi penyelenggara peringatan Hari Kemerdekaan ke 74. Dan apa boleh buat, pertunjukan tetap harus berjalan.

Sekali merdeka tetap merdeka! Alhamdulillah. Beberapa tetangga masih sudi untuk urun rembug dan tenaga. Beberapa lainnya urun dana. Lomba anak-anak pun tidak mengecewakan. Tidak hanya anaknya yang bergembira. Orang tuanya ikut bersuka cita.

Bersama-sama itu bisa merumitkan sekaligus bisa memudahkan. Asal dengan modal pengetahuan, komunikasi aktif, kepercayaan, dan kesabaran. Ditambah keberanian mengambil resiko. Dan Berserah diri kepadaNya.

Negara ini saja bisa merdeka dari penjajahan, apalagi yang cuma mengisinya. Allah pasti menyertai orang-orang yang berjuang dengan kesabaran. Insyaallah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *