Lanjut Usia

Kadang saya bertanya pada diri sendiri, ketika lanjut usia nanti bagaimana akan menjalaninya? Karena karyawan tidak akan seterusnya menjadi karyawan. Dia akan digantikan. Oleh alat, sistem, maupun orang lain.

Saya akan sangat merasa beruntung jika saat itu tidak merepotkan siapapun. Bahkan anak-anak sendiri. Persis seperti orang tua dan mertua sekarang ini. Mereka memilih untuk hidup dengan mandiri. Walau anak-anaknya tidak akan merasa keberatan sedikitpun jika harus merawat beliau-beliau.

Alhamdulillah sampai sekarang semuanya diberikan kesehatan yang luar biasa. Tidak pernah sakit. Semoga Allah selalu melindunginya. Begitulah harapan kami anak-anaknya. Apalagi yang harus tinggal jauh.

Di Indonesia, lanjut usia didefinisikan sebagai orang yang telah mencapai usia 60 tahun keatas. Itu menurut Undang-Undang Republik Indonesia nomor 13 tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia.

Masih menurut UU tersebut, terdapat istilah Usia Lanjut Potensial yaitu lanjut usia yang masih mampu melakukan pekerjaan dan/atau kegiatan yang dapat menghasilkan barang dan/atau jasa. Sedang Usia Lanjut Tidak Potensial adalah lanjut usia yang tidak berdaya mencari nafkah sehingga hidupnya bergantung pada bantuan orang lain.

Kalau ditanya ingin menjadi kelompok yang mana saat lanjut usia nanti, tentu saja saya akan memilih Usia Lanjut Potensial. Agar tidak tergantung kepada siapapun. Termasuk anak-anak. Biarlah mereka membangun dan melestarikan kehidupannya. Menjadi bermanfaat bagi sesamanya. Pun lingkungan.

Tidak ada yang lebih baik selain menjadi bermanfaat bagi orang lain bukan ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *