Merasa Hidupmu Sulit, Coba Lihat Dia

Namanya Angga (11), anak pemulung yang sempat disangka meninggal karena kelaparan karena tidak merespon ketika dipanggil-panggil. Tidak lama videonya menyebar. Viral. Sayapun jadi latah menuliskannya. Dari media massa didapat informasi bahwa dia telah meninggalkan rumahnya sejak dua hari sebelum lebaran (Kompas).

Saya yakin betapa pedihnya hati orang tua ketika mendapati anaknya tidak kembali kerumah. Apalagi sampai hampir tiga bulan. Saya tidak tahu bagaimana kedua orang tua Angga bertahan menghadapi kondisi tersebut.

Apalagi saat lebaran. Momen dimana umumnya keluarga memilih untuk berkumpul. Merayakan kegembiraan. Merayakan kemenangan setelah berhasil menyelesaikan puasa sebulan. Coba saja simulasikan kondisi itu pada diri kita masing-masing.

Makin hancur hati orang tuanya ketika tiba-tiba setelah sekian bulan muncul kabar anaknya ditemukan meninggal dunia. Walau kemudian diketahui itu tidak benar. Tapi tetap saja hati orang tua sempat hancur.

Saya tidak akan kuat menghadapinya. Anak pergi mabit di sekolah saja sudah kangennya minta ampun. Sungguh berharap tidak ingin terjadi pada Kami sekeluarga. Semoga Allah mengabulkan.

Namun kabar ini membuka mata kita bersama. Ada seorang anak sebelas tahun bukanlah usia pekerja. Mereka seharusnya bermain. Seharusnya duduk di kelas 4 sekolah dasar. Namun kondisi berkata lain. Angga harus memulung untuk mencari tambahan biaya hidup. Itulah jalan ceritanya. Dan cerita keluarganya.

Ada orang tua yang kehilangan anggota keluarganya. Anaknya. Tanpa kabar jelas. Di era komunikasi dan informasi yang mudah didapat ini. Itulah jalan ceritanya. Dan cerita keluarganya.

Lalu jika masih mengeluh bahwa hidup ini sulit, pasti ada yang salah dengan cara bersyukur saya. Cara memandang hidup. Cara memandang persoalan.

Saya berharap tidak ada lagi keluarga yang kehilangan anaknya. Ataupun anggota keluarganya. Tidak ada lagi keluarga yang berpisah-pisah. Pun tidak kesulitan hidup. Semoga Allah meridloi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *