Ibu Kos Dan Para Piranha

Sepanjang saya berkantor interaksi terjadi dengan menarik. Setiap hari bertemu menjadikan kami seperti saudara yang memahami sifat masing-masing. Sehingga kedekatan menjadi terbangun. Salah satunya melalui penyematan nama panggilan. Kakak ke Satu, Kakak ke Dua, Kepala Sekolah, Wali Kelas, Koko, Yunohu dan lain-lain.

Penyebabnya bisa macam-macam. Ada yang dikarenakan nama panggilannya sama sehingga kami perlukan untuk mencari nama lain buat salah satunya. Sebut satu nama tidak lagi keduanya datang. Atau juga karena seniority. Lebih tua umurnya, lebih lama di unit kami, atau lebih luas pengetahuannya. Kami panggil dengan Kakak Kesatu.

Ada juga yang disesuaikan dengan kegiatan sehari-hari yang dilakukannya. Contohnya Ibu Kos, panggilan untuk yang selalu menjamin kami jauh dari rasa lapar. Dengan menyediakan macam-macam camilan untuk pagi menjelang siang, makan siang, minuman diantaranya, dan persediaan.

Jadilah selama Ibu Kos ada berarti kesejahteraan kami hari itu terjamin. Semua komponen sistem pencernaan akan siap selalu beraktifitas. Mengunyah. Para Piranha pasti senang. Ini sebutan untuk mereka yang rajin menikmati hidangan Ibu Kos.

Mereka-mereka ini tidak sulit untuk bahagia. Selama hidangan dihadirkan. Maka menjadi Ibu Kos disini mudah. Hadirkan hidangan tepat waktu, kamipun bersuka cita.

Supplier kudapan jajan pasar, gorengan, dan roti yang punya kepentingan agar dagangannya laku keras memahami kebutuhan Ibu Kos. Setiap pagi mereka tidak pernah telat mengantarkan suguhannya. Mereka hafal betul dimana tempat duduk Ibu Kos.

Dengan sigap kotak-kotak berisi pesanan yang sehari sebelumnya sudah disepakati mereka letakkan diatas mejanya. Dan demi melihat kotak-kotak suguhan sudah ada, berbunga-bungalah hati kami. Artinya pagi hingga sore nanti kami sejahtera. Disinilah sebenarnya cerita ini dimulai.

Piranha-piranha biasanya langsung saja membongkar kotak-kotak itu dan mencicip apa saja yang mereka mau. Dengan atau tanpa hadirnya Ibu Kos. Karena percaya kotak yang ada di meja Ibu Kos sudah pesanan sehari sebelumnya.

Namun anggapan ini tidak selamanya benar. Setidaknya buat suatu pagi. Setelah puas menghabiskan lebih dari setengah isi kotak, Kami bercengkerama seperti biasa. Tanpa menyadari telah terjadi sebuah kesalahan.

Yang itu diketahui setelah Ibu Kos datang. Kebetulan hari itu dia sedang ada keperluan diluar kantor sebentar. Maka kamipun segera melaporkan hasil kerja kami padanya. Ibu Kos terkejut. Rupanya dia belum pesan apapun untuk hari itu. Kami lebih terkejut lagi. Kotak pesanan siapa yang dimakan tadi?

Kami cuma bisa berdoa semoga kotak-kotak tadi sudah dibayar. dan yang lebih penting sudah dihalalkan oleh pemiliknya. Dan Kamipun berevolusi menjadi piranha yang lebih sopan.

Sumber gambar : Freepik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *