Radar Hidup

Hidup ini komplek. Gabungan dari variabel intelektual, emosional, dan spiritual menyusun perilaku.

Idealnya adalah ketiganya harus dikedepankan bersama-sama. Tapi bukan untuk saling jago, melainkan untuk digunakan secara harmonis.

Membiasakan ketiganya berjalan bersama susahnya bukan main. Di negara kita intelektual dibangun di sekolah-sekolah.

Sekarang ini sudah banyak sekolah yang menambahkan dengan emosional dan spiritual.

Agar anak menjadi seimbang. Agar remaja menjadi stabil. Agar pemuda menjadi pembawa kebaikan bagi semua orang dan lingkungannya.

Apa jadinya jika intelektual, emosional, dan spiritual berjalan masing-masing ? Terlalu pintar atau terlalu mudah terharu atau terlalu mudah fanatik.

Saya takut itu terjadi pada diri, istri, keluarga, dan anak. Yang terakhir ini penting bagi saya.

Saya ingin anak saya bisa memainkannya harmonis. Sanggup memahami kapan waktu untuk menggunakan intelektual atau emosional, atau spiritual.

Atau malah ketiganya digunakan bersama namun dengan kombinasi mana yang harus lebih besar, sedang, dan kecil saja.

Kepala saya langsung membayangkan tampilan grafik radar dengan tiga variabel tersebut.

Dengan memahaminya saya berharap tidak ada lagi orang tua (apalagi berumur hampir 90 tahun) yang mendapat perlakuan tidak sopan dari generasi mudanya —Jangan pernah meniru!.

Seperti yang terjadi di televisi beberapa waktu lalu. Oleh publik figur. Yang katanya wakil rakyat. Yang katanya dari partai besar pemenang pemilu kemarin.

Untungnya saya bukan wakil rakyat itu.

Sumber gambar: Freepik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *