Review Buku: Guru Aini

Buku lagi aja ya … beberapa waktu belakangan sedang malas untuk menulis. Semoga setelah buku yang satu ini semangat menulisnya rebound. Bukan rebon, walaupun rebon Cirebon enaknya bukan main.

Buku Guru Aini ini adalah karya terbaru dari Andrea Hirata, penulis Laskar Pelangi yang sudah menyebar sedunia itu. Pertama kali menerima buku ini, saya sudah penasaran dengan cover-nya. Kenapa sepatu ?

Novel ini berkisah tentang pemilik sepatunya, seorang yang idealis dan berani mengorbankan kemudahan-kemudahan hidup yang bisa dengan mudah dijalaninya. Alih-alih menjadi profesi yang dicita-citakan anak muda, dia memilih untuk mengabdi menjadi guru. Guru matematika.

Disinilah kejelian pengarangnya. Tema Matematika ini cukup unik untuk menjadi pilihan. Sekaligus beresiko. Jika tak pandai mengolah jalan cerita, habislah dia. Tapi bukan Andrea namanya jika yang seperti ini saja tak mampu.

Nyatanya 3/4 bagian buku ini saya habiskan dalam 2 jam, tanpa mau dikalahkan oleh beratnya mengangkat kelopak mata. Karena ternyata angka tanggal di HP sudah berganti ketika saya tiba pada titik dan halaman terakhir.

Gadis cerdas bersinar, idealisme tinggi tentang Matematika, dan daerah terpencil adalah kombinasi cerita yang bagus. Dibenturkan dengan kenyataan yang jauh dari harapan menjadikan novel ini membara. Idealisme memang harus di uji.

Andrea Hirata mampu menyajikan ujian-ujian itu secara apik. Menjadi greget buat yang baca. Sekali waktu harus menahan napas, kemudian lega.

Lihat saja di bagian perjalanan Aini menuju ketempat tugasnya untuk pertama kali. Berhari-hari. Beragam kendaraan. Berpulau-pulau. Dihempas-hempas. Tapi sampai juga di tujuan.

Namun tak lama. Sebentar kemudian harus menahan napas lagi. Begitulah naik turunnya petualangan yang dikisahkan. Bagai efek roller coaster. Naik perlahan lalu menghujam dengan cepat. Tapi ketika belum selesai orang merasakan efeknya sudah ditambah lagi dengan berbelok dengan cepat.

Tapi tidak berhenti. Ya… karena dibagian akhirnya masih menyisakan tanya. Saya menduga masih akan ada petualangan berikutnya. Hanya Andrea dan Tuhan yang tahu.

Tapi yang jelas saya menikmati novel ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *