Rompi Shalat

Rompi shalat sekarang mudah ditemui di masjid-masjid. Cukup banyak pihak yang sukarela menyediakannya. Ada yang memang disediakan oleh pengurus masjid atau sedekah dari komunitas.

Idenya cukup sederhana menurut saya. Menyempurnakan shalat melalui pakaian. Menutup peluang terbukanya bagian punggung ketika sujud yang disebabkan pakaian yang kurang panjang.

Juga untuk menghindari gangguan konsentrasi jamaah dibelakang dari tulisan atau gambar yang terpampang di kaos. Bahkan tulisan petuah bijak pun berpotensi mengganggu ketika dibaca saat shalat berlangsung.

Tapi dari beberapa yang saya temui, agaknya cukup repot ketika mengenakannya. Apalagi buat saya yang berpostur tidak ideal –melebar. Desain rompi shalat yang mirip oblong panjang. Yang jika mengenakan harus dari bagian bawah.

Desain ini akan lebih praktis andai bisa disediakan yang bermodel kemeja. Mengenakannya dari sisi depan rompi. Melepaskannya pun mudah, tidak menimbulkan potensi baju yang di dalam ikut terangkat.

Namun desainernya perlu memikirkan cara menguncinya. Apakah pakai resleting tau kancing baju. Dan disini berpotensi menjadi tidak praktis mengingat rompi shalat biasanya panjang.

Tapi tidak di kancing pun sebenarnya sudah bisa memenuhi kedua tujuan diatas. Mirip outernya perempuan lah.

Tantangan lainnya adalah saat penyimpanan. Harus dicari cara agar saat digantung bisa rapi. Ataupun saat dilipat di rak penyimpanan. Seringkali masjid yang menyediakan sarung dan mukena self service berantakan dibagian ini.

Tak lupa juga dengan kebersihan fasilitas rompi shalatnya. Pengelola masjid juga harus mengakomodir adanya fasilitas ini punya konsekuensi menjamin penggunanya tetap nyaman dari kotoran dan bau tak sedap.

Dan sepertinya itu juga yang perlu dipikirkan oleh pihak-pihak yang bersukarela menyumbangkan rompi shalat. Jangan sampai sumbangan apapun malah menambah beban pengelola masjid yang menerima.

Insyaallah ini menjadikan lebih berkah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *