Optimisme Corona

Gemparnya virus Corona sudah sedunia. Tercatat 109 negara yang sudah melaporkan warganya terserang. Ini berarti 45,23% dari total negara yang ada di dunia atau 56,47% negara anggota PBB.

China, Korea Selatan, Italia, dan Iran sudah mengkonfirmasi lebih dari 5000 kasus di negaranya. Yang disebut pertama malah sudah lebih dari 80 ribu. Karena dari salah satu provinsinya virus ini dikabarkan berasal. Yaitu Provinsi Hubei dengan ibukota Wuhan.

Bersyukur karena sampai saat ini —Saya menulis ini— Indonesia hanya ada 6 kasus. Beberapa minggu yang lalu banyak pihak meragukan jika di Indonesia tidak ada kasus ini. Mengingat begitu luas wilayah, banyak penduduk, dan lalu lintas keluar masuknya.

Yang menarik buat saya adalah gegap gempitanya kabar tentang virus ini. Hampir setiap hari dikabarkan jumlah total penderitanya. Di TV dan media online. Bahkan kalau perlu jumlah total sedunianya. Angkanya tentu besar. Efeknya sangat kuat.

Panic buying terjadi. Ketakutan menyusup ke aliran darah paling dalam. Masker habis. Hand Sanitizer lenyap di pasar. Mie instan dikabarkan lebih laris dari biasanya. Mungkin untuk stok jika diberlakukan kondisi darurat.

Saya jadi teringat dokumentasi National Geographic beberapa tahun lalu yang mengulas komunitas orang-orang yang percaya bahwa hari akhir sudah dekat. Mereka harus mempersiapkan diri dengan life support berupa makanan, minuman, dan survival skill.

Akankah terjadi di Indonesia ? Saya berharap tidak! Allah masih melindungi kita. Selama masih ada orang-orang yang baik di sebuah kawasan, Allah akan menghindarkannya dari bahaya. Insyaallah. Keyakinan sangat penting dibangun sebagai landasan untuk dapat berpikir lebih jernih.

Selain itu, jika melihat jumlah yang sembuh dan yang meninggal, optimisme bisa tumbuh. Per sore ini 62 ribu berbanding 3.800 dari total 110 ribu kasus. Optimisme akan naik lebih tinggi lagi jika melihat bahwa yang dilaporkan meninggal adalah mereka-mereka yang tingkat kondisinya memang sedang tidak fit dan tua.

Dan akan lebih naik lagi dengan melihat laju pertambahan kasus baru setiap harinya yang cenderung mengecil peningkatannya. Ini berarti penanganan sudah dilakukan dengan baik. Tidak ada lagi yang melewatkan begitu saja.

Sayangnya, cukup jarang media yang menyampaikannya dengan bombastis. Entah kenapa cuma jumlah total penderita yang sering di ekspose. Padahal jika data-data tersebut juga disampaikan dengan expose yang bagus, ketakutan bisa sirna. Optimisme tumbuh bersama sedunia.

Kalau mau menggenapi optimisme, bisa dengan mengenali profil dari virus Corona ini. Banyak sumber informasi yang sudah menyediakannya. Komparasi dengan wabah-wabah mendunia lainnya juga sudah banyak yang mengupload. Ini salah satunya.

Jadi mari membangun optimisme dengan memperbanyak pengetahuan dan filtering. Hal-hal yang berbau ketakutan tidak perlu disebar. Biarkan mengendap di hp masing-masing. Untuk kemudian dilupakan. Insyaallah mentari esok kan bersinar lagi.

Photo by 🇨🇭 Claudio Schwarz | @purzlbaum on Unsplash

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *