Review Buku: Strawerry Generation

Saya mendapatkan buku ini sudah cetakan ke tiga tahun 2017. Ini berarti fenomena yang dibahas oleh Pak Rhenald Kasali Ph.D. —penulisnya sudah ada dan dikenali beliau. Judulnya Strawberry Generation.

Buah yang berpenampilan menarik, merah merona tapi sangat rapuh terhadap gangguan. Begitu generasi muda yang saat ini ada dianalogikan di kumpulan tulisan beliau. Keberadaannya sangat menarik untuk perubahan ke depan yang lebih baik tapi perlu di tangani dengan hati-hati.

Manusia hebat bukanlah manusia yang memperoleh nilai yang mata pelajaran yang tinggi, melainkan manusia berkarakter kuat, dapat dipercaya, mudah diterima, memiliki growth mindset, berjiwa terbuka dan pandai mengungkapkan isi pikirannya dengan baik.

Rhenald Kasali, Strawberry Generation, p264

Bagi saya yang sudah punya anak tulisan yang ada di buku ini memberikan banyak insight tentang bagaimana penanganan itu harus dilakukan dengan mengenali sifat-sifat generasi strawberry yang inginnya serba cepat (instan) dan gampang menyerah.

Mengapa sampai ada generasi yang seperti itu ? Selain perkembangan teknologi yang sudah cukup pesat dan memanjakan, orang tua juga berperan dalam membentuknya. Lha … saya termasuk didalamnya juga dong. Jadi banyak tulisan yang menohok saya di buku ini.

Dari hal yang sepele saja misalnya menyediakan gadget untuk anak-anak. Dulu dari layar sekecil itu hanya sedikit informasi yang bisa didapat. Pengetahuan baru didapat anak-anak dari sekolah, guru, buku, teman, orang-tua, dan media. Gadget masa kini banjir informasi 24/7. Bahkan hanya cukup berteman dengan satu gadget, anak-anak kita berkembang lebih cepat dari orang-tuanya.

Perubahan terjadi dengan dahsyat. Pengaruhnya di kehidupan saat ini tak kalah dashyat. Rasanya masa depan sudah makin cepat menghampiri. Orang tua seperti saya harus banyak belajar memahami perubahan yang terjadi.

Lewat buku ini Pak Rhenald Kasali mengajak semua pihak untuk dapat melihat, mengidentifikasi, dan mensikapi perubahan yang terjadi. Orang tua, guru, sekolah, perguruan tinggi, pemerintah sebagai regulator diajak untuk terus memahami dan melakukan perubahan.

Karena yang pasti adalah perubahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *