Kata PakWe http://katapakwe.com Catatan berkelas bebas Sun, 16 Jun 2019 06:31:12 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=5.2.1 158918696 Tinggal Atau Berkeliling http://katapakwe.com/index.php/2019/06/16/tinggal-atau-berkeliling/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=tinggal-atau-berkeliling http://katapakwe.com/index.php/2019/06/16/tinggal-atau-berkeliling/#respond Sun, 16 Jun 2019 06:31:07 +0000 http://katapakwe.com/?p=572 Dua pilihan yang sangat menggoda setiap kali saya berkunjung ke sebuah kota untuk beristirahat sejenak ditengah perjalanan ritual mudik.

Empuknya kasur hotel sering menggoda saya untuk berlama-lama diatasnya. Ditambah selimut lembut dan air panas kamar mandi. Penyejuk ruangannya pun terus-terusan menyemburkan hawa nyaman.

Tapi berkeliling juga menggoda. Dahaga akan pengetahuan tempat-tempat baru mendorong manusia untuk selalu bergerak. Meninggalkan zona nyaman nan berselimut nikmat.

Keduanya datang disaat yang bersamaan. Menempatkan saya pada posisi memilih. Meninggalkan kenyamanan atau berkeliling mendapatkan hal baru.

Kali ini saya putuskan untuk berkeliling. Menemukan hal-hal baru. Mencoba keberanian untuk agak jauh dari nyaman. Berteman dengan ketidakpastian namun berbekal referensi.

Maka jadilah kami mengukur jalanan, naik turun lembah bermandi panas. Anda juga bisa memilih seperti saya. Atau opsi yang lainnya.

Yang penting bahagia.

]]>
http://katapakwe.com/index.php/2019/06/16/tinggal-atau-berkeliling/feed/ 0 572
Shaum Dan Pendidikan Karakter Muslim http://katapakwe.com/index.php/2019/06/14/shaum-dan-pendidikan-karakter-muslim/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=shaum-dan-pendidikan-karakter-muslim http://katapakwe.com/index.php/2019/06/14/shaum-dan-pendidikan-karakter-muslim/#respond Fri, 14 Jun 2019 10:26:56 +0000 http://katapakwe.com/?p=559 Sebuah catatan kecil dari kajian singkat tarawih malam ke 19 oleh Ustadz Nandang Koswara di Masjid Daarurrahman.

Karakter muslim menjadi sorotan Ustadz Nandang mengingat pentingnya karakter yang baik dan kuat bagi kehidupan pribadi dan sosial. Bahkan karakter seorang muslim yang baik akan mampu membawa pertolongan bagi yang memilikinya.

Kisah tiga orang yang sedang bertadabbur alam dan terjebak di dalam gua yang tanpa sengaja tertutup oleh batu yang katih daru gunung menjadi contoh dari kekuatan karakter yang baik mampu menjadi perantara turunnyabpertolongan Allah SWT. Hadist lengkap dari kisah ini dapat dibaca di http://hadits.in/bukhari/2111

Dari kisah tersebut setidaknya terdapat 3 karakter yang bisa dijadikan pelajaran nersama yaitu:

  • Berbuat baik terhadap orang tua. Salah satunya dengan mengutamakan kepentingan beliau.
  • Meyakini bahwa Allah itu ada sehingga menghindarkan diri dari berbuat maksiat.
  • Selalu menanamkan sifat kejujuran.

Ramadhan sebagai bulan latihan menahan diri juga mampu memperbaiki karakter seseorang yang melaksanakan dengan sungguh-sungguh. Maka dapat dikatakan jika ingin tahu shaum seseorang berhasil atau tidak maka dapat dilihat dari perubahan karakternya setelah ramadhan.

Semoga pendidikan karakter yang dilakukan pda ramadhan kali ini mampu dicapaindengan hasil yang maksimal agar selepas ramadhan kita termasuk umat terbaik disisiNya.

Wallahu a’lam bishawab

Sumber gambar: freepik.com

]]>
http://katapakwe.com/index.php/2019/06/14/shaum-dan-pendidikan-karakter-muslim/feed/ 0 559
Lebarannya Desa http://katapakwe.com/index.php/2019/06/07/lebarannya-desa/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=lebarannya-desa http://katapakwe.com/index.php/2019/06/07/lebarannya-desa/#respond Fri, 07 Jun 2019 15:51:56 +0000 http://katapakwe.com/index.php/2019/06/07/lebarannya-desa/ Tahun ini saya berlebaran di desa. Di tempat kelahiran Ibu. Sebuah desa yang juga menjadi pusat kecamatan di kota paling ujung Jawa Timur.

Berlebaran yang saya maksud adalah tinggal dan menginap selama beberapa hari di rumah masa kecil Ibu. Rumah yang kecil. Selama 2 malam. Lebih lama dari sebelum sebelumnya. Yang biasanya cuma semalam. Bahkan pernah hanya 1 siang.

Terasa istimewa dengan kehadiran Buyut putri yang masih segar. Di usia yang tidak segar lagi untuk ukuran umum. Dengan ingatan yang masih tajam di usia 89 tahun. Sungguh Allah telah melebihkan beliau.

Beliau senang sekali duduk-duduk di teras depan sambil memandangi jalanan yang makin ramai. Memang desa ini tidak jauh dari tujuan wisata yang sudah terkenal internasional. Blue Fire, yang kabarnya hanya bisa ditemui ketika sebelum dini hari.

Pariwisata di kota ini memang sedang berkembang. Potensinya besar. Ada laut di timur hingga ke selatan. Ada gunung di utara dan barat. Budaya masyarakatnya juga unik. Dengan bahasa khas. Tarian yang khas pula. Paduan Jawa dan Bali.

Keramahan penduduknya bukan isapan jempol. Ataupun retorika pertunjukan saja. Beberapa kali saya berjalan-jalan melewati rumah didalam gang disambut senyuman pemilik ketika bertemu pandang.

Mereka tak segan menyapa dan mempersilakan mampir. Padahal mereka sama sekali tidak tahu siapa kami. Kami hanya tamu di desa itu. Bahkan ada yang mengajak makan ketupat sambil menunjukkan segerombol ketupat di tangannya ketika saya dan istri melintasinya saat jalan pagi.

Ketupat memang menu utama di daerah ini saat Idul Fitri. Ditemani sayur semur daging pedas yang saya selalu menghindarinya. Jumlah cabe dan daging dalam satu panci sayur itu selalu menang cabenya. Paten buat yang memang selera pedas. Dan paten pula buat yang tidak suka pedas namun sedang membutuhkan penguras isi perut dengan cepat.

Itu belum seberapa. Masih ada yang lebih. Yaitu ketika budaya keramahan dan menghormati tamu berkolaborasi dengan kawanan ketupat dan sayur pedas itu. Setiap rumah yang dikunjungi saat lebaran selalu menyuguhkan menu tersebut. Sudah menjadi kebiasaan bahwa ajakan tuan rumah tidak baik jika di tolak oleh tamu.

Saat lebaran biasanya saya dalam satu hari berkunjung ke 3 rumah saudara di desa ini secara beruntun sebelum di rumah terakhir yang memang menjadi tujuan menginap. Maka sudah sangat kenyang sekali dengan ketupat. Dan sayur pedasnya itu.

Jika rumah saudaranya ada tujuh…. entahlah…

]]>
http://katapakwe.com/index.php/2019/06/07/lebarannya-desa/feed/ 0 557
Saling Memaafkan http://katapakwe.com/index.php/2019/06/06/saling-memaafkan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=saling-memaafkan http://katapakwe.com/index.php/2019/06/06/saling-memaafkan/#respond Thu, 06 Jun 2019 12:46:41 +0000 http://katapakwe.com/?p=552 Dalamnya hati siapa yang tahu. Pun juga dibalik kiriman-kiriman ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri yang disambung dengan permohonan maaf lahir dan batin.

Bahkan dibeberapa kasus cukup hanya disebutkan lahir batin ya. Umumnya mereka-mereka yang punya kedekatan sangat akrab. Dengan kalimat yang tidak panjang cukup bagi mereka untuk paham maksudnya.

Saya teringat pada nasehat KH Athian Ali yang beberapa kali sempat disampaikan dalam kajian selepas Idul Fitri beberapa tahun silam. Saling bermaafan antar manusia bukan hanya formalitas tanpa makna. Pemanis bibir saja.

Maaf memaafkan haruslah jelas perihal apa yang perlu dimintakan maaf dan diberikan maaf. Karena urusan antar manusia ini tidak akan mendapat ridlo Allah sebelum yang bersangkutan saling meridloi.

Ketika teknologi sudah seperti sekarang ini, permohonan maaf lahir dan batin mudah saja dilontarkan lewat jemari kepada orang lain ataupun sekelompok orang, saya pikir urgensi untuk menjelaskan detil apa yang di maaf maafkan masihlah diperlukan.

Saya rasa ini mirip sekali dengan sebuah akad. Yang mana harus ada kejelasan dan tidak saling mendolimi. Permintaan maaf yang disertai paksaan agar pihak yang lain memaafkan tentu bukanlah termasuk didalamnya. Demikian juga dengan permintaan maaf yang tanpa penjelasan apa yang dimintakan maaf.

Maka kita harus selalu berhati-hati agar terhindar dari menyakiti orang lain baik disengaja maupun tidak disengaja. Apalagi bila kecenderungan lupa membayangi. Sungguh akan bermasalah di akherat nanti jika tiba-tiba ada seseorang yang menuntut di pengadilan Allah Yang Maha Adil. Duuuh…

Lalu pesan-pesan WA yang sudah berdatangan harus diapain?

Yang jelas pengirimnya ya silakan dibalas. Yang tidak jelas pengirimnya juga boleh. Itung-itung sebagai menjalin petemanan baru. Jika mau. Sebagai yang dimintai maaf tidak lain dan tidak bukan ya memberi maaf. Bukankah Nabi kita orang yang pemaaf? Bukankah Allah Maha Pemaaf?

Semoga dengan mudahnya memberi maaf bagi yang lain maka kita diberi kemudahan juga ketika meminta maaf. Bahkan sudah dimaafkan sebelum meminta maaf.

Selamat hari raya Idul Fitri, semoga Allah menerima amal ibadah kita selama ramadhan kemarin dan dipertemukan dengan ramadhan berikutnya.

Sumber gambar : freepik.com

]]>
http://katapakwe.com/index.php/2019/06/06/saling-memaafkan/feed/ 0 552
Buku Panduan Orang Hidup http://katapakwe.com/index.php/2019/06/06/buku-panduan-orang-hidup/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=buku-panduan-orang-hidup http://katapakwe.com/index.php/2019/06/06/buku-panduan-orang-hidup/#respond Thu, 06 Jun 2019 03:10:42 +0000 http://katapakwe.com/?p=549 Sebuah catatan kecil dari kajian singkat tarawih malam ke 17 oleh Ustadz Ali Sadikin di Masjid Daarurrahman.

Ketika membeli sebuah mobil, selain mendapatkan mobilnya juga disertai dengan buku manual yang berisi keterangan lengkap bagi pemilik agar dapat mengoperasikannya dengan baik.

Hidup ibarat sebuah mobil. Juga mempunyai buku manual yang berisi tuntunan menjalankannya dengan baik. Buku manual tersbut adalah Al-Qur’an.

Al-qur’an sebagai pedoman hidup yang diturunkan Allah pada 17 Ramadhan sungguh spesial dan memiliki kekuatan yang dahsyat. Salah satunya adalah mampu memberikan ketenangan kepada pembacanya. Meski dibaca tanpa tahu artinya.

Karenanya seorang muslim harus mampu membaca panduan hidup ini. Namun pada kenyataannya orang yang sudah mengetahui hal tersebut tidak mau membaca. Ini semata-mata karena dia tidak atau belum memahami nilai keutamaan Al-Qur’an.

Semoga melalui Ramadhan kali ini semua muslim mampu untuk berlatih mendekat kepada Al-Qur’an, mempelajarinya baik sendiri maupun bersama-sama.

Wallahu a’lam bishawab

]]>
http://katapakwe.com/index.php/2019/06/06/buku-panduan-orang-hidup/feed/ 0 549
Ibu Bangsa Berpulang http://katapakwe.com/index.php/2019/06/05/ibu-bangsa-berpulang/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=ibu-bangsa-berpulang http://katapakwe.com/index.php/2019/06/05/ibu-bangsa-berpulang/#respond Wed, 05 Jun 2019 11:03:09 +0000 http://katapakwe.com/?p=543 Semua sudah tahu, mantan Ibu negara, istri mantan presiden RI ke 6 berpulang. Hari Sabtu kemarin. Setelah berjuang melawan sakitnya selama 3 bulan. Indonesia, bangsa besar ini berduka.

Saya juga. Pun ketika istri Pak Habibie, Ibu Ainun meninggal 22 Mei 2010 dulu. Juga ketika Ibu Tien Soeharto mangkat pada 28 April 1996. Seorang Ibu tidak akan pernah tergantikan.

Bagi saya meninggalnya Bu Ani punya arti tersendiri buat bangsa ini. Keriuhan sosial yang makin menjadi pasca pemilu 17 April lalu seolah sontak terhenti. Media massa dan mungkin media sosial tiba tiba tidak gaduh. Semua teralihkan kepada peristiwa tersebut.

Saya senang. Sebab terlalu lelah membaca berita yang saling menyalahkan. Berpotensi memecah persatuan. Menghancurkan keindahan dan kebajikan sosial. Seolah nilai luhur hidup terkubur dalam-dalam.

Berpulangnya Bu Ani membuka mata persamaan kita. Sama-sama kehilangan. Sama-sama sadar bahwa kita sebangsa. Baik 01 maupun 02. Baik simpatisan maupun KPU. Baik pendemi maupun aparat.

Satu hal yang saya sadari, insyaallah Bu Ani orang yang baik. Sampai-sampai meninggalnyapun memiliki arti bagi bangsa ini.

Apa yang bisa melebihi itu semua? Saya rasa tidak ada. Orang baik, meninggalnya pun masih bermanfaat bagi orang lain.

Selamat jalan Ibu.

Sumber gambar: shutterstock.com

]]>
http://katapakwe.com/index.php/2019/06/05/ibu-bangsa-berpulang/feed/ 0 543
Pahala Puasa Yang Tidak Sempurna http://katapakwe.com/index.php/2019/06/01/pahala-puasa-yang-tidak-sempurna/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=pahala-puasa-yang-tidak-sempurna http://katapakwe.com/index.php/2019/06/01/pahala-puasa-yang-tidak-sempurna/#respond Fri, 31 May 2019 19:08:13 +0000 https://katapakwe.com/?p=528 Sebuah catatan kecil dari kajian singkat tarawih malam ke 26 di Masjid Al Barokah Gudang Utara.

Dalam sebuah hadist diceritakan Nabi pernah menyampaikan bahwa ada orang yang berpuasa namun hanya mendapatkan lapar dan dahaga. Tiada sedikitpun pahala puasa baginya.

Hadist ini mengingatkan kita bahwa puasa lebih dari sekedar menahan makan dan minum. Masih banyak hal lain yang perlu diperhatikan agar puasa mendapatkan tujuan yang diinginkan. Termasuk pahala langsung dari Allah.

Setidaknya ada 4 indikasi puasa yang tidak mendapatkan pahala ataupun pahalanya tidak sempurna, antara lain :

  • Puasa ramadhan yang tanpa niat. Imam Syafi’i mengatakan bahwa niat merupakan bagian dari rukun puasa. Niat dapat dibaca malam hari ataupun menjelang sahur.
  • Puasanya orang yang tidak mampu menjaga mulut dan pikirannya. Mulut dari mengucapkan kalimat-kalimat yang tidak baik. Pun pikiran dari pikiran buruk.
  • Puasa yang tidak ditutup dengan menunaikan zakat fitrah. Sebuah hadist menyatakan bahwa pahala puasa tergantung antara langit dan bumi kecuali telah membayar zakat fitrah.
  • Puasanya orang yang tidak saling memaafkan. Orang- orang itu adalah suami istri, orang tua dan anak, muslim dengan muslim yang lainnya.

Dengan demikian puasa ramadhan ini adalah latihan menyeluruh bagi umat muslim. Latihan memahan segala kebutuhan fisik dan latihan menahan jiwa.

Semoga ramadhan kali ini mampu menjadikan kita orang yang masuk kedapam golongan umat yang sabar.

Wallahu a’lam bishawab.

Sumber gambar: freepik.com

]]>
http://katapakwe.com/index.php/2019/06/01/pahala-puasa-yang-tidak-sempurna/feed/ 0 528
Jika Ramadhan Ini Usai http://katapakwe.com/index.php/2019/05/31/jika-ramadhan-ini-usai/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=jika-ramadhan-ini-usai http://katapakwe.com/index.php/2019/05/31/jika-ramadhan-ini-usai/#respond Fri, 31 May 2019 03:10:47 +0000 http://katapakwe.com/?p=527 Jika ramadhan ini usai… masih bisakah aku mengendarai motor tanpa membuat yang lain was-was, tidak memotong jalur sembarangan, dan memberi jalan bagi yang lain?

Jika ramadhan ini usai… masih bisakah aku menjadi sumber senyum istriku, menjadi sumber ketenangan anak-anakku, dan sumber kedamaian di rumahku ?

Jika ramadhan ini usai… masihkah perutku mampu menahan lapar, mataku mampu menundukkan pandangan, telingaku mampu menahan cibiran, dan mulutku mampu mengucap kebaikan?

Jika ramadhan ini usai… masih ringankah langkah kakiku menuju tempat ibadah, leluasakah tanganku merogoh dompet untuk orang lain, dan lincahkah badanku mendukung kemakmuran masjid?

Jika ramadhan ini usai… masihkah lembar-lembar Al-Qur’an menjadi teman meniti waktu-waktuku, kajian-kajian ilmu bergantian memasuki lorong telingaku?

Jika ramadhan ini usai… masih mudahkah mengalahkan beratnya turun dari pembaringan dimalam hari, mengalahkan dinginnya air wudlu, dan mengalahkan beratnya gulungan sajadah ?

Jika ramadhan ini usai… aku akan tahu apa pengharapan selama ini. Berlimpahnya pahala kah? Surga nan indah kah? Atau pemilik keduaNya?

Jika ramadhan ini usai… janganlah pernah usai.

Jika ramadhan ini usai…

Sumber gambar: freepik.com

]]>
http://katapakwe.com/index.php/2019/05/31/jika-ramadhan-ini-usai/feed/ 0 527
Menyongsong Keberkahan http://katapakwe.com/index.php/2019/05/30/menyongsong-keberkahan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=menyongsong-keberkahan http://katapakwe.com/index.php/2019/05/30/menyongsong-keberkahan/#respond Thu, 30 May 2019 03:10:21 +0000 http://katapakwe.com/?p=526 Ramadhan bukan alasan bagi kita untuk bermalas-malasan dan menurunkan irama harian. Sejarah muslim mencatat pada bulan ini pula terdapat beberapa peristiwa sukses yang tidak boleh dilupakan.

Menurut KH Yusuf Muhammad, setidaknya ada 4 peristiwa besar yang patut diambil hikmahnya, antara lain :

  • Pada Ramadhan tahun ke 8 Hijriah, Nabi Muhammad SAW berhasil mengislamkan orang-orang di Thaif. Sebuah daerah yang paling menolak ajaran yang disampaikan Nabi.
  • Nabi merebut kembali kota Makkah (Fathul Makkah).
  • Pada 28 Ramadhan 92 Hijriah Thariq bin Ziyat berhasil menaklukkan tanah Andalusia.
  • Pada 8 Ramadhan 1364 Hijriah kemerdekaan Republik Indonesia dilakukan.

Peristiwa-peristiwa tersebut seakan mengingatkan umat muslim untuk terus bersemangat pada bulan Ramadhan. Yang berdagang tetap berdagang. Yang mengajar tetap mengajar. Yang kantoran tetap ke kantor.

Tentu dengan dilandasi niat untuk beribadah. Karena ibadah bukan hanya urusan di masjid saja. Semua permukaan bumi ini adalah tempat ibadah. Banyak kesempatan yang bisa diraih pahala amal ibadahnya.

Teoritisnya seperti itu. Dan teori lebih mudah daripada praktek. Contoh kecil saja ketika berkurang waktu istirahat malam karena harus makan sahur, di awal Ramadhan akan berdampak kepada stabilitas tubuh. Paginya lemas, siangnya ngantuk, sorenya lapar. Lengkap sudah.

Namun ini semua menjadi bagian dari keberkahan Ramadhan. Satu paket istilahnya. Penelitian menyebutkan efek tersebut merupakan proses detoksifikasi tubuh yang akan hilang menginjak 10 hari kedua dan seterusnya.

Wallahu a’lam bishawab

Sumber gambar: freepik.com

]]>
http://katapakwe.com/index.php/2019/05/30/menyongsong-keberkahan/feed/ 0 526
Zakat Fitrah Sebagai Pembersih Bagi Orang Yang Berpuasa http://katapakwe.com/index.php/2019/05/29/zakat-fitrah-sebagai-pembersih-bagi-orang-yang-berpuasa/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=zakat-fitrah-sebagai-pembersih-bagi-orang-yang-berpuasa http://katapakwe.com/index.php/2019/05/29/zakat-fitrah-sebagai-pembersih-bagi-orang-yang-berpuasa/#respond Wed, 29 May 2019 03:10:56 +0000 http://katapakwe.com/?p=522 Sebuah catatan kecil dari kajian singkat tarawih malam ke 16 oleh Ustadz Syaiful Hamdi di Masjid Daarurrahman.

Ramadhan diakhiri dengan menunaikan zakat fitrah. Ini diwajibkan bagi semua muslim meskipun di dalam Al-Qur’an tidak disebutkan kata tersebut. Tidak bisa ditinggalkan meskipun hanya disebutkan dalam hadist.

Hal ini disebabkan karena hadist mempunyai 4 fungsi terhadap Al-Qur’an, yaitu :

  1. Menguatkan apa yang disampaikan Al-Qur’an. Sebagai contoh adalah perihal berwudlu.
  2. Menjelaskan apa yang telah dimuat dalam Al-Qur’an. Contohnya perintah shalat yang dijelaskan mengenai tata cara shalatnya melalui hadist.
  3. Menghapus yang disampaikan di Al-Qur’an. Contohnya wasiat bagi yang akan meninggal yang dijelaskan pada hadist bahwa tidak ada wasiat untuk ahli waris.
  4. Menetapkan hukum yang tidak ada dalam Al-Qur’an. Contohnya di Al-quran hanya disampaikan dilarang makan babi. Namun hadist menjelaskan lebih dari itu.

Adapun hadist yang menjelaskan tentang zakat fitrah ini salah satunya adalah sebagai berikut:

Zakat Fitri merupakan pembersih bagi yang berpuasa dari hal-hal yang tidak bermanfaat dan kata-kata keji (yang dikerjakan waktu puasa), dan bantuan makanan untuk para fakir miskin”.(HR. Abu Daud)

Dengan demikian berdasarkan hadist diatas terdapat 2 fungsi zakat fitrah yaitu sebagai pembersih bagi orang-orang yang telah berpuasa di bulan Ramadhan. Yang kedua adalah sebagai makanan bagi orang miskin.

Kemudian mengenai waktu untuk mengeluarkan zakat fitrah disebutkan dalam hadist berikut.

“Barang siapa yang membayar zakat fitrah sebelum shalat ied, maka termasuk zakat fitrah yang diterima, dan barang siapa yang membayarnya sesudah shalat ied maka termasuk sedekah biasa (bukan lagi dianggap zakat fitrah)“. (HR. Bukhari dan Muslim)”

Sehingga terkait dngan waktu penunaian zakat fitrah ini maka hukumnya bisa dibedakan menjadi 4 sebagai berikut:

  1. Mubah jika dikeluarkan diantara 1 sampai dengan akhir Ramadhan. Dan ini sah.
  2. Wajib jika dikeluarkan pada waktu setelah berbuka terakhir sampai dengan sebelum Subuh. Ini juga sah.
  3. Sunnah jika dikeluarkan dari Subuh sampai dengan sebelum shalat Idul Fitri. Periode ini adalah waktu yang terbaik dan sah.
  4. Haram jika dikeluarkan setelah shalat Idul Fitri dan ini menjadi tidak sah. Insyaallah dihitung sebagai sedekah.

Memasuki setengah masa Ramadhan dan menyiapkan untuk menyongsong 10 hari terakhir maka mari bersama-sama untuk juga mempersiapkan zakat fitrah terbaik dengan memperhatikan petunjuk besaran dan waktu yang telah ditetapkan.

Wallahu a’lam bishawab.

Sumber gambar: freepik.com

]]>
http://katapakwe.com/index.php/2019/05/29/zakat-fitrah-sebagai-pembersih-bagi-orang-yang-berpuasa/feed/ 0 522