Hidup ini aneh

Tidak cuma normal. Hidup ini kadang tidak normal juga. Aneh. Keduanya membentuk hidup. Hidup kita, manusia. Sejak dipikiranpun kadang saya temui ketidak normalan. Minimal di batas kenormalan saya.

Haha makin bingung kan? Arah tulisan ini makin tidak normal. Silakan berhenti kapan saja, tidak usah meneruskan membaca sampai selesai sekiranya dianggap tidak bermanfaat.

Ada 2 pemikiran dan sikap menarik dari kawan yang saya temui dalam 2 minggu terakhir. Lucu karena menurut diluar batas normal saya. Tapi anehnya nyata.

Kawan saya yang pertama penyayang kucing. Dia cerita, kasihan ke kucing betinanya yang sedang birahi. Mengeong kesana kemari di dalam rumah —dia memeliharanya di dalam rumah.

Lucunya, kawan saya ini sempat mengutarakan pilihan alternatif untuk melakukan sterilisasi ke si kucing agar tidak kesakitan saat birahi. Dia menganggap dengan suara mengeong itu suara kesakitan. Entahlah.

Continue reading “Hidup ini aneh”

Ramadhan, Pintu-pintu Dibuka dan Ditutup

Jika telah datang bulan Ramadhan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu

Cukup lama saya menyimpan pemikiran awam tentang hadist ini. Yang pastinya muncul karena keterbatasan pengetahuan saya tentang Ramadhan dan seluk beluknya.

Jika dilihat terjemahan hadist dalam bahasa diatas, nampak cukup jelas. Bahwa pintu-pintu surga di buka dan pintu-pintu neraka ditutup dan setan di belenggu.

Tapi saya malah terbawa logika. Setiap tahun Masehi selalu ada bulan Ramadhan. Ada ibadah wajib bagi muslim selama periode itu. Puasa. Yang berpuasa tentu muslim yang masih hidup.

Nah, surga dan neraka itu kan masih nanti. Logika saya menyentak. Lalu apa terjemahan tadi berarti menyejajarkan yang sekarang dengan yang akan datang. Jadi pintu-pintu yang dibuka dan ditutup itu buat siapa ? buat kapan ? Kan yang puasa masih hidup.

Continue reading “Ramadhan, Pintu-pintu Dibuka dan Ditutup”

Kanvas Kota

Bandung gudangnya kreatifitas. Anak-anak mudanya terutama. Musik, film, tari, buku, gaya hidup, arsitektur, mode, aplikasi, games, fotografi, lukisan, dan yang lainnya. UNESCO pun mengakui Bandung sebagai kota kreatif.

Sayang rasanya jika tidak menikmatinya. Salah satu yang sering saya lihat di jalan Siliwangi. Karya lukis anak-anak seni rupa ITB. Di dinding beton penahan bukit diatasnya.

Lukisan dinding sudah seperti budaya kota. Ada alirannya sendiri. Grafitti atau mural. Bomber, sebutan pelakunya di Indonesia. Banyak yang tergabung. Hampir ditiap kota. Grafittinya juga.

Setiap ketemu lukisan ini, saya sempatkan melihat. Menebak ‘suara’ apa yang diteriakkan oleh pembuatnya. Persis lukisan, tapi ini kanvasnya tembok atau bahkan publik transport. Kanvasnya kota.

Continue reading “Kanvas Kota”

Demi Pelanggan Yang Selalu Penasaran

Awalnya tetangga saya yang cerita. Ada fasilitas baru di bandara. sebuah layar monitor besar yang menayangkan proses bag handling. “Itu bagus,” katanya “kopernya pake di lap dulu.”

Saya penasaran. Kebetulan beberapa waktu lalu ada kesempatan ke Surabaya. Lewat Bandara. Tapi di terminal keberangkatan saya tidak menemukannya.

Padahal saya sangat ingin tahu. Nasib koper-koper yang di titipkan ke bagasi setelah cek in. Bergerak sepanjang ban berjalan. Dari tempat cek in hingga luggage towing truck.

Continue reading “Demi Pelanggan Yang Selalu Penasaran”

Selera Spooky

Kawan saya langsung berkomentar. “Ih tempatnya spooky.” Dan memang benar. Jika yang dimaksud kawan saya dengan spooky itu adalah gedung dengan ornamen ketinggalan jaman, saya setuju.

Memang, kali ini kami akan mencicipi tempat menginap bernuansa alam di Bogor. Dibangun 1997. Dengan halaman yang sangat luas.

Pertama kesini 2014, sudah cukup lama. Tapi tidak banyak berubah. Halaman depan luas dengan kerbau. Patung seukuran kerbau beneran.

Loby terbuka tanpa dinding. Mirip balai desa diseberang rumah nenek. Kolam ikan dibeberapa sisi membuat adem. Walau sebenarnya pepohonan di halaman sudah mendatangkan hal itu.

Halaman belakang lebih luas lagi. Hampir mirip kebun raya. Tapi dengan penginapan dan segala fasilitasnya. Restauran, kolam renang, lapangan tenis, tempat fitness, playground.

Semuanya dibuat menyatu dengan alam. Terbuka. Kalaupun ada yang indoor tetap dengan kaca lebar. Agar yang didalam tetap merasa satu dengan luar.

Continue reading “Selera Spooky”

Kepepet itu baik atau buruk?

Kepepet itu terdesak dalam bahasa jawa. Bisa bermakna secara fisik seperti kondisi berhimpit. Atau juga bisa dimaknai secara non fisik seperti sedang seseorang yang punya pekerjaan begitu banyak tapi harus diselesaikan dengan singkat. Juga seperti tim sepak bola yang harus menang tapi sedang dalam posisi tertinggal dan waktu mendekati akhir.

Seperti Manchester United yang saya ceritakan tentang final liga Champion 1999 di tulisan saya ini. Dalam keadaan tertinggal 0-1 dan sudah memasuki injuri time mereka benar-benar kepepet. Tidak mampu merubah keadaan berarti piala melayang. Pesta buat lawannya. Tapi mereka ternyata mampu mengeluarkan kemampuan terbaiknya dengan menyamakan kedudukan dan bahkan membalik kekalahan menjadi kemenangan. Menang 2-1 di menit ke 93.

Heroik, dari kalah berbalik menjadi menang. Salah satu penyebabnya karena kepepet. Tidak punya pilihan lagi selain memberikan yang lebih dari sebelumnya. Dimodali dengan motivasi untuk tidak menerima keadaan yang sekarang. Motivasi untuk melakukan perubahan yang lebih baik. Seperti Manchester United itu. Mereka tidak mau melepaskan gelar juara yang sudah didepan mata.

Continue reading “Kepepet itu baik atau buruk?”

Memuliakan Tamu

Suatu hari, saat kakak saya menginjak usia SMP Ibu mengajaknya menyiapkan beberapa cangkir teh dan kopi untuk tamunyang datang. Sejak saat itu kakak jadi tahu cara menyiapkan minuman untuk tamu. Memastikan cangkir dan alasnya kering sebelum digunakan, berapa takaran gula kopi yang cukup, bagaimana mengaduknya agar tidak berantakan, dimana posisi telinga cangkir harus diarahkan ketika disajikan.

Hal-hal tesebut nampak remeh temeh dan bertele-tele. Apalagi untuk masa sekarang. Bisa-bisa dianggap terlalu banyak aturan, tidak efektif, dan lainnya. Buat apa susah-susah membuatkan minum, jaman sekarang sudah banyak minuman kemasan. Tinggal letakkan dimeja, bahkan sebelum tamu datang. Tidak repot. Perspektif ini tidak keliru. Apalagi dengan kacamata efektifitas zaman.

Apalagi jika tamunya banyak. Misalnya di acara syukuran pindahan rumah, resepsi pernikahan, atau pengajian akbar.  Berapa gelas yang harus disediakan ? Berapa kecepatan penyiapannya ? Bagaimana cara pembagiannya ? Berapa banyak orang yang dibutuhkan untuk menyiapkan ? Dan beragam pertanyaan lainnya. Tujuannya satu, tidak mengecewakan para tamu. 

Continue reading “Memuliakan Tamu”

Pentingnya Akhir

Final liga Champion 1999, Bayern Munich kontra Manchester United di Stadion Camp Nou Barcelona Spanyol. Memimpin 1 gol sejak menit ke 7 babak pertama, Bayern Munich harus menerima kenyataan pahit. Dibalas 2 gol oleh lawannya. Tragis. Di menit akhir, 92 dan 93. Inilah sepakbola, tidak boleh lengah sebelum benar-benar berakhir. Kemenangan didepan mata bisa lepas hanya karena ujung masa.

Khotib shalat Jumat kemarin menasehatkan hal yang tidak jauh beda. Waspada terhadap akhir. Yang paling dekat adalah akhir tahun 2018 beberapa hari kedepan. Tidak boleh terlena. Selalu waspada. Akhir tahun bukan untuk bersenang-senang tapi untuk bermuhasabah. Melakukan evaluasi diri apakah yang sudah dilewatkan dalam satu tahun kemarin sudah baik.

Continue reading “Pentingnya Akhir”

Belajar Customer dan Service Experience dari Penjual Bakso

Bukan sebuah restoran, hanya penjual bakso dengan gerobak kayu. Laris. Saya sampai tidak bisa membedakan mana penjual dan pembeli. Berjubel jadi satu mengelilingi gerobak.

Jam tangan saya masih menunjukkan angka 10 pagi, tapi pembeli sudah seperti ini. Berkerumun berpanas-panas dibawah terik. Tidak ada tenda atau payung. Benar-benar hanya gerobak mangkal. Didekat sebuah pos keamanan perumahan yang pintunya tertutup rapat. Persis di pinggir sungai kecil.

Makannya dimana dong ? Ya seadanya tempat. Teras pos, pinggir sungai, dalam taman, lantai, kursi plastik. Itu pilihannya. Yang bawa mobil bisa makan didalamnya. Bisa pakai AC.

Continue reading “Belajar Customer dan Service Experience dari Penjual Bakso”