Kreatifnya Kita

Sekarang ini waktunya orang kepepet. Presiden kepepet agar segera menyelesaikan huru-hara pandemi. Gubernur, walikota, Pak Camat dan pimpinan daerah yang lain kepepet untuk segera memberikan bantuan ke warganya. Warga kepepet tidak bisa memenuhi kebutuhan seperti biasa.

Saya menyamakan kepepet ini dengan terdesak. Insyaallah tidak akan menimbulkan polemik seperti mudik dan pulang kampung itu. Tentu karena saya bukan presiden dan bukan siapa-siapa. Apalagi cebong dan kampret. BTW apa kabarnya mereka sekarang ya ?

Continue reading “Kreatifnya Kita”

Adaptasi Bersama

Virus mampu beradaptasi terhadap perubahan lingkungannya. Karena dia adalah makhluk hidup. Salah satu ciri makhluk hidup adalah beradaptasi.

Saya jadi terpikir bahwa sesuatu yang hidup harus bisa beradaptasi. Perusahaan yang hidup pun harus bisa beradaptasi. Saat lingkungannya berubah.

Dan saat ini perubahan itu terjadi dengan dahsyat. Karena seluruh dunia sedang sama – sama menghadapi pandemi virus. Dimana-mana menahan diri, membatasi ruang gerak. Barang dan jasa pun kena imbasnya.

Keduanya tidak bisa dikonsumsi dengan cara-cara lama. Perubahan sudah terjadi nyata. Layanan pesan antar berdemand tinggi. Yang tadinya tidak bisa diantar jadi bisa datang kerumah. Yang sudah mengantar memodifikasi agar pelanggan makin percaya.

Continue reading “Adaptasi Bersama”

Ini Yang Akan Terjadi Beberapa Bulan Ke Depan

Saya masih tertarik dengan tulisan sebelumnya tentang adopsi teknologi pada saat masa #dirumahaja. Dimana seperti saya tulis sebelumnya bahwa #dirumahaja ternyata mampu untuk meningkatkan adopsi teknologi telekomunikasi dan informasi. Silakan baca Peluang Ditengah Himpitan.

Walaupun dengan kondisi dipaksakan karena pandemi, namun adopsi teknologi saya pikir berhasil. Lalu jika makin banyak kalangan yang sudah memanfaatkan telekomunikasi dan informasi, kira-kira dua atau tiga bulan kedepan apa yang bakal terjadi ?

Continue reading “Ini Yang Akan Terjadi Beberapa Bulan Ke Depan”

Peluang Ditengah Himpitan

Tidak terasa sebulan sudah kita berada dalam kondisi membatasi ruang gerak masing-masing dalam rangka memutus rantai penularan Covid-19. Seperti berada di dunia baru bagi saya yang terbiasa setiap hari ke kantor. Sekarang kantornya cuma di kursi sudut meja makan.

Sekolah anak saya sekarang di kamarnya. Jam 7 pagi sudah duduk di depan laptop. Webcamnya jadi mesin pelapor yang menyatakan bahwa hari itu dia siap untuk mulai belajar. Gurunya pun cukup dari rumah. Membagi tugas dan me-review hasil pekerjaan kiriman anak didiknya.

Benar-benar dunia baru. Bagi semua orang. Dengan sebab larangan pemerintah untuk bepergian. Tepatnya himbauan untuk di rumah saja. Sepertinya masih sulit untuk menjadi sebuah larangan yang berkekuatan hukum. Baik perumusannya maupun pelaksanaan dan kontrolnya. Mengingat begitu banyaknya penduduk, kepentingan, kebutuhan, dan pertimbangan lainnya sebagai negara berkembang.

Continue reading “Peluang Ditengah Himpitan”