Marhaban Ya Ramadhan 1441H

Alhamdulillah bertemu dengan Ramadhan lagi. Tepatnya dipertemukan. Karena sebenarnya bukan kita yang menyebabkan itu. Ada Sang Maha yang mengijinkan saya dan Anda yang sedang membaca ini sekali lagi menjalani Ramadhan.

Namun kali ini spesial. Ditengah pandemi. Ibadahnya pun jadi spesial. Tidak bisa berjamaah di masjid. Tidak bisa bukan bersama di satu lokasi. Kebiasaan-kebiasaan sebelumnya banyak yang hilang. Benar-benar spesial.

Tetangga saya sampai merasa ada yang hilang menyambut bulan pernuh berkah kali ini. Saya tahu itu karena kekangenannya terhadap Ramadhan yang disambut meriah.

Apa boleh buat, kondisinya memang tidak memungkinkan. Di seluruh dunia menahan diri. Belajar beradaptasi terhadap kehadiran makhluk Allah yang lain, Corona.

Continue reading “Marhaban Ya Ramadhan 1441H”

Shaum Dan Pendidikan Karakter Muslim

Sebuah catatan kecil dari kajian singkat tarawih malam ke 19 oleh Ustadz Nandang Koswara di Masjid Daarurrahman.

Karakter muslim menjadi sorotan Ustadz Nandang mengingat pentingnya karakter yang baik dan kuat bagi kehidupan pribadi dan sosial. Bahkan karakter seorang muslim yang baik akan mampu membawa pertolongan bagi yang memilikinya.

Kisah tiga orang yang sedang bertadabbur alam dan terjebak di dalam gua yang tanpa sengaja tertutup oleh batu yang katih daru gunung menjadi contoh dari kekuatan karakter yang baik mampu menjadi perantara turunnyabpertolongan Allah SWT. Hadist lengkap dari kisah ini dapat dibaca di http://hadits.in/bukhari/2111

Dari kisah tersebut setidaknya terdapat 3 karakter yang bisa dijadikan pelajaran nersama yaitu:

  • Berbuat baik terhadap orang tua. Salah satunya dengan mengutamakan kepentingan beliau.
  • Meyakini bahwa Allah itu ada sehingga menghindarkan diri dari berbuat maksiat.
  • Selalu menanamkan sifat kejujuran.

Ramadhan sebagai bulan latihan menahan diri juga mampu memperbaiki karakter seseorang yang melaksanakan dengan sungguh-sungguh. Maka dapat dikatakan jika ingin tahu shaum seseorang berhasil atau tidak maka dapat dilihat dari perubahan karakternya setelah ramadhan.

Semoga pendidikan karakter yang dilakukan pda ramadhan kali ini mampu dicapaindengan hasil yang maksimal agar selepas ramadhan kita termasuk umat terbaik disisiNya.

Wallahu a’lam bishawab

Sumber gambar: freepik.com

Buku Panduan Orang Hidup

Sebuah catatan kecil dari kajian singkat tarawih malam ke 17 oleh Ustadz Ali Sadikin di Masjid Daarurrahman.

Ketika membeli sebuah mobil, selain mendapatkan mobilnya juga disertai dengan buku manual yang berisi keterangan lengkap bagi pemilik agar dapat mengoperasikannya dengan baik.

Hidup ibarat sebuah mobil. Juga mempunyai buku manual yang berisi tuntunan menjalankannya dengan baik. Buku manual tersbut adalah Al-Qur’an.

Al-qur’an sebagai pedoman hidup yang diturunkan Allah pada 17 Ramadhan sungguh spesial dan memiliki kekuatan yang dahsyat. Salah satunya adalah mampu memberikan ketenangan kepada pembacanya. Meski dibaca tanpa tahu artinya.

Karenanya seorang muslim harus mampu membaca panduan hidup ini. Namun pada kenyataannya orang yang sudah mengetahui hal tersebut tidak mau membaca. Ini semata-mata karena dia tidak atau belum memahami nilai keutamaan Al-Qur’an.

Semoga melalui Ramadhan kali ini semua muslim mampu untuk berlatih mendekat kepada Al-Qur’an, mempelajarinya baik sendiri maupun bersama-sama.

Wallahu a’lam bishawab

Pahala Puasa Yang Tidak Sempurna

Sebuah catatan kecil dari kajian singkat tarawih malam ke 26 di Masjid Al Barokah Gudang Utara.

Dalam sebuah hadist diceritakan Nabi pernah menyampaikan bahwa ada orang yang berpuasa namun hanya mendapatkan lapar dan dahaga. Tiada sedikitpun pahala puasa baginya.

Hadist ini mengingatkan kita bahwa puasa lebih dari sekedar menahan makan dan minum. Masih banyak hal lain yang perlu diperhatikan agar puasa mendapatkan tujuan yang diinginkan. Termasuk pahala langsung dari Allah.

Setidaknya ada 4 indikasi puasa yang tidak mendapatkan pahala ataupun pahalanya tidak sempurna, antara lain :

  • Puasa ramadhan yang tanpa niat. Imam Syafi’i mengatakan bahwa niat merupakan bagian dari rukun puasa. Niat dapat dibaca malam hari ataupun menjelang sahur.
  • Puasanya orang yang tidak mampu menjaga mulut dan pikirannya. Mulut dari mengucapkan kalimat-kalimat yang tidak baik. Pun pikiran dari pikiran buruk.
  • Puasa yang tidak ditutup dengan menunaikan zakat fitrah. Sebuah hadist menyatakan bahwa pahala puasa tergantung antara langit dan bumi kecuali telah membayar zakat fitrah.
  • Puasanya orang yang tidak saling memaafkan. Orang- orang itu adalah suami istri, orang tua dan anak, muslim dengan muslim yang lainnya.

Dengan demikian puasa ramadhan ini adalah latihan menyeluruh bagi umat muslim. Latihan memahan segala kebutuhan fisik dan latihan menahan jiwa.

Semoga ramadhan kali ini mampu menjadikan kita orang yang masuk kedapam golongan umat yang sabar.

Wallahu a’lam bishawab.

Sumber gambar: freepik.com

Jika Ramadhan Ini Usai

Jika ramadhan ini usai… masih bisakah aku mengendarai motor tanpa membuat yang lain was-was, tidak memotong jalur sembarangan, dan memberi jalan bagi yang lain?

Jika ramadhan ini usai… masih bisakah aku menjadi sumber senyum istriku, menjadi sumber ketenangan anak-anakku, dan sumber kedamaian di rumahku ?

Jika ramadhan ini usai… masihkah perutku mampu menahan lapar, mataku mampu menundukkan pandangan, telingaku mampu menahan cibiran, dan mulutku mampu mengucap kebaikan?

Jika ramadhan ini usai… masih ringankah langkah kakiku menuju tempat ibadah, leluasakah tanganku merogoh dompet untuk orang lain, dan lincahkah badanku mendukung kemakmuran masjid?

Jika ramadhan ini usai… masihkah lembar-lembar Al-Qur’an menjadi teman meniti waktu-waktuku, kajian-kajian ilmu bergantian memasuki lorong telingaku?

Jika ramadhan ini usai… masih mudahkah mengalahkan beratnya turun dari pembaringan dimalam hari, mengalahkan dinginnya air wudlu, dan mengalahkan beratnya gulungan sajadah ?

Jika ramadhan ini usai… aku akan tahu apa pengharapan selama ini. Berlimpahnya pahala kah? Surga nan indah kah? Atau pemilik keduaNya?

Jika ramadhan ini usai… janganlah pernah usai.

Jika ramadhan ini usai…

Sumber gambar: freepik.com

Menyongsong Keberkahan

Ramadhan bukan alasan bagi kita untuk bermalas-malasan dan menurunkan irama harian. Sejarah muslim mencatat pada bulan ini pula terdapat beberapa peristiwa sukses yang tidak boleh dilupakan.

Menurut KH Yusuf Muhammad, setidaknya ada 4 peristiwa besar yang patut diambil hikmahnya, antara lain :

  • Pada Ramadhan tahun ke 8 Hijriah, Nabi Muhammad SAW berhasil mengislamkan orang-orang di Thaif. Sebuah daerah yang paling menolak ajaran yang disampaikan Nabi.
  • Nabi merebut kembali kota Makkah (Fathul Makkah).
  • Pada 28 Ramadhan 92 Hijriah Thariq bin Ziyat berhasil menaklukkan tanah Andalusia.
  • Pada 8 Ramadhan 1364 Hijriah kemerdekaan Republik Indonesia dilakukan.

Peristiwa-peristiwa tersebut seakan mengingatkan umat muslim untuk terus bersemangat pada bulan Ramadhan. Yang berdagang tetap berdagang. Yang mengajar tetap mengajar. Yang kantoran tetap ke kantor.

Tentu dengan dilandasi niat untuk beribadah. Karena ibadah bukan hanya urusan di masjid saja. Semua permukaan bumi ini adalah tempat ibadah. Banyak kesempatan yang bisa diraih pahala amal ibadahnya.

Teoritisnya seperti itu. Dan teori lebih mudah daripada praktek. Contoh kecil saja ketika berkurang waktu istirahat malam karena harus makan sahur, di awal Ramadhan akan berdampak kepada stabilitas tubuh. Paginya lemas, siangnya ngantuk, sorenya lapar. Lengkap sudah.

Namun ini semua menjadi bagian dari keberkahan Ramadhan. Satu paket istilahnya. Penelitian menyebutkan efek tersebut merupakan proses detoksifikasi tubuh yang akan hilang menginjak 10 hari kedua dan seterusnya.

Wallahu a’lam bishawab

Sumber gambar: freepik.com

Zakat Fitrah Sebagai Pembersih Bagi Orang Yang Berpuasa

Sebuah catatan kecil dari kajian singkat tarawih malam ke 16 oleh Ustadz Syaiful Hamdi di Masjid Daarurrahman.

Ramadhan diakhiri dengan menunaikan zakat fitrah. Ini diwajibkan bagi semua muslim meskipun di dalam Al-Qur’an tidak disebutkan kata tersebut. Tidak bisa ditinggalkan meskipun hanya disebutkan dalam hadist.

Hal ini disebabkan karena hadist mempunyai 4 fungsi terhadap Al-Qur’an, yaitu :

  1. Menguatkan apa yang disampaikan Al-Qur’an. Sebagai contoh adalah perihal berwudlu.
  2. Menjelaskan apa yang telah dimuat dalam Al-Qur’an. Contohnya perintah shalat yang dijelaskan mengenai tata cara shalatnya melalui hadist.
  3. Menghapus yang disampaikan di Al-Qur’an. Contohnya wasiat bagi yang akan meninggal yang dijelaskan pada hadist bahwa tidak ada wasiat untuk ahli waris.
  4. Menetapkan hukum yang tidak ada dalam Al-Qur’an. Contohnya di Al-quran hanya disampaikan dilarang makan babi. Namun hadist menjelaskan lebih dari itu.

Adapun hadist yang menjelaskan tentang zakat fitrah ini salah satunya adalah sebagai berikut:

Zakat Fitri merupakan pembersih bagi yang berpuasa dari hal-hal yang tidak bermanfaat dan kata-kata keji (yang dikerjakan waktu puasa), dan bantuan makanan untuk para fakir miskin”.(HR. Abu Daud)

Dengan demikian berdasarkan hadist diatas terdapat 2 fungsi zakat fitrah yaitu sebagai pembersih bagi orang-orang yang telah berpuasa di bulan Ramadhan. Yang kedua adalah sebagai makanan bagi orang miskin.

Kemudian mengenai waktu untuk mengeluarkan zakat fitrah disebutkan dalam hadist berikut.

“Barang siapa yang membayar zakat fitrah sebelum shalat ied, maka termasuk zakat fitrah yang diterima, dan barang siapa yang membayarnya sesudah shalat ied maka termasuk sedekah biasa (bukan lagi dianggap zakat fitrah)“. (HR. Bukhari dan Muslim)”

Sehingga terkait dngan waktu penunaian zakat fitrah ini maka hukumnya bisa dibedakan menjadi 4 sebagai berikut:

  1. Mubah jika dikeluarkan diantara 1 sampai dengan akhir Ramadhan. Dan ini sah.
  2. Wajib jika dikeluarkan pada waktu setelah berbuka terakhir sampai dengan sebelum Subuh. Ini juga sah.
  3. Sunnah jika dikeluarkan dari Subuh sampai dengan sebelum shalat Idul Fitri. Periode ini adalah waktu yang terbaik dan sah.
  4. Haram jika dikeluarkan setelah shalat Idul Fitri dan ini menjadi tidak sah. Insyaallah dihitung sebagai sedekah.

Memasuki setengah masa Ramadhan dan menyiapkan untuk menyongsong 10 hari terakhir maka mari bersama-sama untuk juga mempersiapkan zakat fitrah terbaik dengan memperhatikan petunjuk besaran dan waktu yang telah ditetapkan.

Wallahu a’lam bishawab.

Sumber gambar: freepik.com

Hijrah Menjadi Pribadi Yang Lebih Baik

Sebuah catatan kecil dari kajian singkat tarawih malam ke 15 oleh Ustadz Aslam di Masjid Daarurrahman.

Beberapa tahun yang lalu Bandung digegerkan dengan fenomena geng motor yang meresahkan. Mereka menganggu orang di jalanan. Pada beberapa kejadian hingga menghilangkan nyawa. Parahnya pelaku-pelaku dalam usia remaja.

Kenakalan-kenalakan remaja tersebut berpotensi untuk mengikis keimanan pelakunya bahkan kemungkinan hilang selama-lamanya. Padahal jika dirunut penyebabnya sebagian besar berawal dari hilangnya kasih sayang dari orang-orang disekitarnya.

Karenanya mereka perlu diberikan apa yang dibutuhkan tersebut. Pendekatan keagamaan dimulai dengan pendekatan kasih sayang. Mendatangi mereka dan memahami kebutuhannya.

Apalagi jika ditambah dengan menghadirkan sosok publik figur yang bisa dikatakan berhasil dalam melakukan perubahan diri. Artis-artis muda yang ber hasil hijrah misalnya. Mereka akan mampu menarik minat remaja-remaja tersebut untuk melakukan perubahan dirinya menjadi lebih baik.

Perubahan menjadi pribadi yang lebih baik ini merupakan kurikulum utaman selama Ramadhan. Dan ini akan mendatangkan masa depan yang lebih baik pula. Karena hubungan kedekatan seorang hamba kepada sang Khaliknya.

Wallahu a’lam bishawab.

Sumber gambar: freepik.com

Luqman, Anaknya dan Keledai Kecilnya

Sebuah catatan kecil dari kajian singkat tarawih malam ke 22 oleh Aep Saifullah di Masjid Daarurrahman.

Dalam Al Qur’an terdapat satu nama orang yang bukan Nabi pun juga Rosul. Namanya disebut oleh Allah dan bahkan diabadikan menjadi sebuah nama Surat. Dia adalah Luqman.

Cukup banyak studi yang mengkaji tentang surat ini dan nama Luqman. Untuk mencari pemahaman lebih lanjut tentangnya. Pasti ada pelajaran yang sangat pentng hingga Allah mau mengabadikannya.

Salah satu kisah penuh hikmah adalah tentang perjalanan Luqman dan anaknya dengan membawa seekor keledai. Diceritakan perjalanan tersebut beberapa kali melewati kelompok orang yang mengomentari apa yang dilihatnya. Kisah lengkap dapat dibaca di https://www.liputan6.com/ramadan/read/2997705/kisah-sang-bijak-luqman-al-hakim-keledai-dan-cacian-orang-lain

Salah satu hikmah yang dapat diambil dari kisah ini adalah dalam hidup ini agar tidak terlalu banyak mendengar perkataan orang yang belum tentu benar. Karena kadang mereka berpendapat hanya berdasarkan pandangan sesaat.

Hikmah lainnya adalah hidup harus memiliki prinsip yang kuat agar tidak mudah terbawa arus informasi dari orang lain yang belum dipastikan kebenarannya. Dimana prinsip yang kuat itu membutuhkan ilmu yang banyak dan wawasan yang luas.

Ilmu yang banyak ini didapat dari belajar. Ramadhan adalah bulan belajar bagi muslim untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Karenanya setiap muslim sudah selayaknya untuk berlomba-lomba melakukannya.

Wallahu a’lam bishawab.

Sumber gambar : https://storyplanets.com/a-foolish-man-with-a-boy-and-a-donkey/