Klakson Lampu Hijau

Ada hal di lampu merah yang belum bisa saya pahami sampai saat ini. Bunyi klakson dari beberapa kendaraan —seringnya motor— segera ketika lampu hijau menyala.

Jika saya perhatikan, bunyi klakson itu datangnya selalu dari motor yang berada diurutan beberapa dari depan. Kalau ada yang didepan, saya rasa lebih aneh lagi. Apa maunya ?

Tidak salah sih membunyikan klakson. Lha wong dari pabriknya sudah disediakan. Sayang kalau tidak digunakan. Tapi apa iya harus digunakan saat lampu hijau baru menyala. Satu detikpun belum sampai.

Bisa jadi klakson digunakan untuk mengingatkan agar yang paling depan segera berjalan. Karena lampu merah sudah berganti hijau. Kendaraan yang dibelakannya juga bisa mulai berjalan.

Tapi mungkin dia lupa, kecepatan tancap gas setiap kendaraan berbeda-beda. Motor matik mungkin bisa cepat. Lebih cepat dari pada motor manual yang harus menginjak tuas presnelling dulu.

Motor manual masih lebih cepat dari pada mobil yang lebih banyak rodanya dan lebih berat. Mobil kecil lebih cepat bergerak dari pada mobil dengan badan yang lebih besar. Dan seterusnya.

Jadi rasanya tidak mungkin dalam detik pertama semuanya bisa mulai berjalan. Saya makin gagal paham jika ada pengendara yang belum puas dengan bunyi sekali. Dan dia tambah lagi pencetan klaksonnya.

Seolah-olah yang didepannya harus segera memberi jalan. Karena dia mau lewat. Bikin geregetan bukan ?

Emangnya situ siapa Bang ? Ucing pala bebi !!!

Makhluk Pencabut Nyawa

Saya tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya menjadi orang yang bertugas memulai tembakan serangan ke mobil yang isinya beberapa orang. Bukan tembakan biasa, tapi rudal.

Itulah serangan yang mematikan Qasem Soleimani oleh Amerika melalui pesawat remote control, drone. Panaslah hubungan Iran – Amerika. Yang sebetulnya tidak punya hubungan diplomatis.

Saya juga tidak berhasil membayangkan bagaimana rasanya menjadi orang yang menembakkan rudal dan ternyata mengenai pesawat terbang sipil. Tidak ada yang selamat, 176 orang meninggal dunia. Kanada panas, yang lain juga ikutan. Amerika mungkin senyum-senyum.

Yang pertama sengaja, karena memang pihak pelaku memburu buruannya. Yang kedua salah sasaran karena pesawat terbang sipil itu dianggap pesawat Amerika. Teman dari yang telah mencabut nyawa pimpinan pasukan tertinggi Iran beberapa hari sebelumya.

Dunia menghangat. Ada yang khawatir akan terjadi perang dunia ke 3. Yang lebih lebay lagi ada yang mengkaitkan dengan isu kiamat tahun 2020 segera akan dimulai. Mmpppfff….

Tapi biarlah jika memang kekacauan dunia akan terjadi. Saya dan Anda semua sudah bisa tenang sekarang. Sudah ada Keraton Agung Sejagat. Biar pertikaian Amerika – Iran diurusnya.

Saya mau mengurus diri dulu. Karena tanpa sadar saya juga seperti kedua negara itu. Pencabut nyawa! Kepada nyamuk. Lewat, geprek! Baik pakai tangan atau pakai sapu lidi.

Agak modern dikit, pakai raket setrum. Kalau lagi males pakai semprotan racun nyamuk. Obat nyamuk cuma untuk nyamuk yang sakit agar sehat. Haha…

Semprotan yang sama juga sering saya gunakan kepada kecoa. Tanpa belas kasihan. Tanpa interograsi lebih dahulu. Tanpa penyelidikan kesalahannya apa sehingga pantas mati. Kejamlah pokoknya.

Nyamuk dan kecoa adalah 2 hal yang menakutkan bagi Saya. Yang satu bikin tidur tidak nyenyak, sisanya bikin geli selain bau. Ketakutan membuat saya tidak lagi logis. Ketakutan membuat saya menjadi penyerang. Bahkan pencabut nyawa. Duh!

Tapi untuk Iran dan Amerika, saya tidak tahu siapa yang kecoa siapa yang takut kepadanya. Sehingga beraksi seperti itu.

Main Game Lagi

Ya… Saya main game komputer lagi. Saya lupa kapan terakhir kali main game sampai lama. Sejak beralih ke Mac Book. Dan tidak ada Age of Empires versi itu. Sepertinya memang Microsoft belum ‘akur’ dengan Apple. Di game ini.

Saya tergiur main lagi saat tahu rilis terbaru game ini diluncurkan November 2019 lalu. Walau tetap belum ada versi Macnya. Gamenya pun game lama yang di remastered. Terasa sekali di bagian display, sound dan artificial inteligentnya.

Game realtime strategi ini gabungan dari city builder dan war. Tergantung minatnya. Yang suka optimasi resouce untuk membangun maka alur city builder bisa dimainin sejak awal. Yang sukanya perang bisa langsung potong kompas ke masa perang tanpa proses yang cukup panjang.

Memang game ini cukup memakan waktu. Dua jam tergolong cepat saat memainkannya. Memang bikin adicted. Kebayang-bayang saat tidak memainkannya.

Standart mode adalah pilihan saya dalam memainkan game yang sudah 20 tahun ini umurnya. Diawali dengan 3 orang pekerja dan 1 orang eksplorer. Lalu kemudian dapat meningkat hingga berkembangnya teknologi.

Mirip dengan filosofi hidup manusia. Dari hidup sederhana memanfaatkan kekayaan alam yang tersedia disekitar. Kemudian mengembangkan diri untuk mengenal teknologi dasar bercocok tanam, membangun, bertahan, dan berdagang. Hingga ke hidup yang lebih kompleks dengan pertahanan tingkat tinggi.

Resource alam yang terbatas membuat pemain harus efektif atau mengambil sebanyak-banyaknya hingga suatu saat habis. Maka dari sini muncullah perebutan kekayaan alam antar pemain yang ada.

Mirip sekali dengan hidup ini bukan? Ini yang membuat saya senang memainkannya. Hingga lupa waktu. Bahkan pernah istri marah-marah karena dicuekin.

Kalau sudah begini, pilihannya jelas. Shutdown laptop!