Disemprot Atau Tidak ?

Apa saja bisa jadi polemik. Terlebih di masa kini. Setuju dan tidak setuju adalah hal biasa. Seharusnya begitu. Social media mempercepat penyebarannya. Memperbanyak pesertanya. semakin kencang berisiknya.

Disemprot atau tidak, itu yang jadi perdebatan di komplek saya. Group WA riuh saling kirim referensi perlu atau tidaknya penyemprotan lingkungan dengan desinfektan dalam rangka mengurangi penyebaran virus Corona.

Yang setuju menggangap penyemprotan dapat mengurangi potensi penyebaran karena virus dapat bisa mati. Tepatnya diharapkan mati. Penyemprotan kabut desinfektan ini biasa digunakan di industri peternakan maupun makanan. Begitu kata satu tetangga saya. Dia memang banyak berkecimpung dikeduanya, sebagai pengusaha.

Di sisi yang lain, beberapa orang menggunakan jarinya untuk meneruskan screenshoot sebuah artikel yang menyatakan penyemprotan tidak efektif untuk membunuh virus Corona yang gampang menyebar ini. Sudah, itu saja. Usulannya hanya social distancing. yang sebenarnya sudah dijalankan bersama di komplek.

Diskusi berkepanjangan ini tidak segera mendapat respon dari pemangku wilayah –dalam hal ini RW. Karena group pengurus RW juga hangat dengan topik ini. Akhirnya sudah ada RT yang melakukan penyemprotan di areanya. Dengan dukungan warga.

Social distancing tidak menghalangi kegiatan bersama dilakukan. Walaupun petugas penyemprot sudah disiapkan, warga tidak tinggal diam. Mengambil air, membawa ember, mencampur desinfektan, menghibur, memotret dan sharing. Dengan tetap menjaga jarak.

Saya lihat ada hal positif dari polemik ini. Kerjasama masih terbangun antar warga. Walau tidak semua warga RT tempat saya tinggal ambil peran dilapangan, tapi yang hadir menunjukkan masih ada rasa gotong royong diantara kami. Corona mampu menyatukan kami.

Saya berharap Corona juga menyatukan Indonesia. Sudah terlalu lama kita tidak punya musuh bersama yang jelas untuk dilawan. Sejak Belanda dan Jepang. Yang banyak adalah musuh yang namanya sudah jelas tapi membuktikannya tidak semudah mengatakannya. Korupsi.

Dan satu lagi, polemik group WA!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *