Makan Pakai Paper Box Yang Mulai Familiar Karena Covid 19

Tapi untuk menjadi familiar tidak harus lewat pandemi.

Makan nasi goreng pakai paper pack sepertinya akan mulai familiar. Sejak pandemi cafe murah meriah yang terkenal tempat saya makan ini menggunakan alat makan sekali pakai.

Sendok logam diganti dengan sendok plastik. Dikemas dalam satu sachet dengan tissue. Gelas dan cangkir berganti dengan paper cup, piring menjadi paper box.

Tapi saya kurang nyaman dengan paper boxnya. Kali ini isinya nasi goreng. Saya merasa seperti makan pakai kontainer. Untuk menyendok harus melongok dalam.

Agar jadi nyaman, boxnya saya bongkar saja. Jadi datar tapi juga jadi susah mengambil yang bagian pinggir. Hidup selalu ada tantangan. Begitulah kata orang.

Tapi mengganti dengan paper box sekali pakai jadi solusi menarik di tengah isu kesehatan sekarang ini. Berbagi pakai alat makan mungkin juga berbagi virus. Itu tidak bagus untuk kepercayaan pelanggan.

Tapi alat makan sekali pakai menyisakan pekerjaan rumah bagi lingkungan. Mungkin sekarang dianggap bukan masalah karena demi kondisi darurat.

Bisa jadi paper box punya siklus daur ulang cepat di alam. Tapi tidak sedikit yang dilaminating plastik agar tidak lengket jika digunakan pada makanan. Plastiknya belum bisa di daur ulang alam dengan cepat.

Alas makan berbahan daun lebih cepat di makan alam. Tapi hampir tidak ditemui di tempat-tempat makan modern. Mungkin daun terlalu dekat dengan tradisional.

Saya jadi teringat beberapa video produksi piring berbahan daun. Videonya orang India. Tapi banyak juga yang dari Indonesia. Cari dan tonton saja di Youtube.

Sebuah upaya yang bagus untuk menggeser daun menjadi lebih modern. Bukan hanya dibentuk sebagai pincuk tapi juga piring modern. Namun sepertinya belum banyak yang menyambut. Baru sebatas bisa membuat. Mungkin belum se-ekonomis yang dari kertas hingga belum familiar.

Tapi pandemi bisa membuat familiar yang sebelumnya tidak. Seperti paper pack yang saya gunakan ini. Cuma jangan sampai ada pandemi lagi agar piring daun bisa ngetren. Amit-amit….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *