Ukuran Cukup

Saya merasa kesulitan menemukan cukup, kata yang sering didengar dan diucapkan. Tapi sulit untuk di ukur.

Di Ramadhan, untuk mendapatkan ukuran cukup saat berbuka masih jadi misteri yang setiap saat harus di lakukan kalibrasi. Apalagi jika keluar gorengan hangat dari dapur. Ampun dah.

Secara panduan sebenernya gampang. Berhentilah makan sebelum kenyang. Tapi sajian yang terhidang di meja selalu merajuk untuk diambil, digigit, dikunyah, ditelan. Lagi dan lagi.

Mencari titik atau saat berhenti ketika perut sedikit lagi berada dalam posisi kenyang itu berat. Ini karena saya belum selesai dengan diri sendiri.

Masih banyak keinginan ingin makan ini dan itu setelah seharian menahan lapar.

Sekaligus ini menyadarkan saya bahwa puasa yang dilakukan masih belum beranjak dari sekitar itu.

Duuh…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *