TOA Masjid

Dahulu sebelum jaman sosial media, kabar berjalan merambat pelan. Dari tulisan ke meja redaksi lalu ke media cetak disambung ke tempat distribusi yang berantai. Baru kemudian setelah beberapa jam sampai ke warung kopi di sudut kampung saya.

Kemudian dari mata salah satu pengunjung warung itu berpindah lewat mulutnya ke telinga yang lain dan yang lainnya lagi. Betapa lambatnya dan butuh waktu untuk melakukan pengecekan apa yang masuk di telinga kanan dan kiri.

Selain warung kopi, TOA masjid kampung kami jadi media ampuh untuk penyebaran informasi selain adzan dan lantunan murotal dari kaset yang sudah pasti waktunya. Yang insidental biasanya kabar duka setelah diyakinkan oleh takmir dan tetangga sekitar lokasi kejadian. Tapi itu jarang.

Continue reading “TOA Masjid”