Jangan Cuma Banting Harga

Belanja online sudah menjadi trend. Marketplace bermunculan. Apalagi sejak pandemi, akselerasinya makin kencang. Orangnya tidak kemana-mana tapi bisa belanja dari mana saja.

Ini angin segar bagi banyak pelaku usaha. Tidak hanya yang punya marketplace, mitra-mitranya yang menjadi support juga kecipratan rejeki karena sistem ini mampu menghubungkan pihak-pihak yang twrkait jual beli.

Salah satunya mitra pemilik toko yang menyediakan barang yang bisa dibeli oleh pelanggan. Mereka berlomba-lomba meraih simpati calon pembeli.

Cara paling sederhana ya dengan memberi harga lebih murah daripada penyedia lain. Namun ini tidak sepenuhnya memberikan jaminan sukses. Jurus banting-bantingan bisa makan tuan. Margin tipis awal tak sanggup mengantisipasi lonjakan harga dari produsen.

Beberapa studi terkait perilaku belanja online bisa menambah senjata buat pemilik toko. Studi dari kampus dalam dan luar negeri itu bisa diadopsi dan dimodifikasi sesuai dengan lokalitas yang ada.

Misal tentang kehadiran foto produk pada katalog toko. Hasil survey menyatakan kelengkapan ini sangat berpengaruh terhadap minat pembelian.

Hal serupa juga didapat dari adanya review positif terhadap produk dari pelanggan. Jika review teesebut dtambah foto malah lebih meningkat pengaruhnya.

Maka pemilik toko online juga perlu pengetahuan lebih. Jangan cuma banting harga. Dan jeli memilih strategi yang cocok. Jangan sampai niat untuk menunggangi booming budaya belanja online berkahir boncos.

Leave a Reply

Your email address will not be published.