Salah Duga

Masa SMA adalah puncak keisengan. Segala ide kejahilan bisa muncul di usia ini. Eksplorasi kemampuan kreatifitas sebagai respon atas kondisi yang ditemui anak-anak usia itu.

Di masa sekolah situasi yang paling didambakan adalah bidang studi jam kosong. Sebagian besar isi kelas menyambut dengan suka cita. Laksana kemerdekaan Indonesia datang menghampiri setelah 350 tahun dijajah Belanda.

Seperti pada suatu siang ketika tidak ada guru yang datang 10 menit setelah pergantian pelajaran. Saya dan empat teman sekelas memutuskan segera melompat jendela untuk kabur ke kantin. Pagi yang tanpa sarapan sangat mendukung kejahilan ini.

Jendela kelas yang tidak terlalu tinggi memudahkan saya melewatinya diurutan ke empat. Setelah teman saya terakhir berhasil kami mengendap-endap. Hati ini sudah riang, gorengan kantin membayang di mata.

Sayangnya, kami kalah cepat. Teman di kelas memberi kode. Kami paham, ini berarti misi harus dibatalkan dan segera melompat kembali ke kelas. Saya ucapkan sampai nanti ke bayangan gorengan.

Seorang guru datang bermaksud menyelamatkan jam kosong. Mengecewakan setengah isi kelas. Namun kami berlima lebih kecewa. Sarapan didepan mata gagal.

Buru-buru kami melompati jendela. Sampai orang ketiga aman-aman saja. Saya melihat guru makin mendekati kelas. Untungnya orang kelima berhasil masuk kelas dari jendela tadi.

Sayangnya guru tadi sempat melihat kami yang sedang iseng itu. Nama kami segera terpampang di buku pelanggaran. Tertulis jelas hingga habis semester. Teman yang lain tertawa mensyukuri. Saya meringis kecut menahan lapar dan malu.

Kejahilan saya kali ini tidak berhasil. Gagal di tangan guru BP. Terlebih karena salah duga jam kosong telah datang.

Leave a Reply

Your email address will not be published.