Konsisten Itu Berat Tapi Punya Banyak Teman Meringankan

Menjadi seorang yang konsisten mengetik eh menulis itu berat, lebih berat dari pada bus malam yang mengantar penumpangnya mudik. Setidaknya ada 2 hal yang menyebabkan yaitu tingkat kesulitan pada proses memulai dan pada proses mempertahankannya.

Mau nulis apa ? Pertanyaan ini selalu terlontar dari kawan-kawan yang saya ajak untuk memulai. Jawaban saya biasanya adalah apa saja yang penting nulis. Namun ini malah membuat semakin bingung yang bertanya.

Penyebabnya adalah kurangnya referensi bacaan. Kasarnya sedikit membaca. Orang-orang yang seperti ini akan lebih banyak kesulitan untuk memulai menulis karena sedikit sekali referensi topik-topik yang bisa dituangkan dalam ketikan. Eh tulisan.

Padahal banyak sekali hal yang bisa dibuat bahan tulisan. Pengalaman keseharian, bepergian, dan hasil mencoba barang baru bisa jadi langkah awal. Tidak perlu sempurna yang penting mulai dulu.

Penyempurnaan bisa dilakukan belakangan setelah merasa mudah mendapatkan topik. Ini bisa dilakukan dengan mulai memahami aturan atusan penulisan yang sederhana dulu. Seperti penggunaan huruf kapital, tanda baca, paragraf, kata sambung, dan jenis kalimat.

Penyempurnaan juga bisa didapat berbarengan proses mempertahankan kebiasaan mengetik, eh menulis. Misal dengan rutin membaca artikel atau buku. Dengannya kita bisa menemukan banyak jenis kata baru, cara penulisan baru, dan topik-topik baru. Jangan malu untuk meniru, itu tidak salah kok. Yang tidak boleh itu menjiplak.

Cara lain untuk mempertahankan kebiasaan menulis adalah dengan menemukan temen-teman yang minatnya sama. Seperti bergabung dengan kelompok tantangan menulis 30 dalam hari. Setiap hari ada tambahan kosakata baru, alur tulisan baru, dan ide-ide baru hanya dengan saling membaca tulisan anggota kelompoknya.

Sharing interaktif antar anggota juga bisa dilakuan dengan materi-materi seputar kepenulisan. Disini kesempatan menimba ilmu langsung dari mereka-mereka yang mempraktekkannya. Sehingga masing-masing menjadi guru buat semuanya.

Karena itu pula saya berterima kasih kepada kawan-kawan baru dalam kelompok Tantangan Menulis 30 hari khususnya Squad Nastar (namanya bernuansa lebaran banget). Mereka mampu memancing saya untuk bisa menulis setiap hari di April 2022 ini. Melakukan riset-riset kecil untuk memperkaya materi dan menghilangkan kebiasan buruk tidak mengulang membaca sebelum posting.

Nama-nama Profesor Severus, Bu Novya Ekawati, Bu Ardya, Bu Attia, Teh Kiki, Teh Hivy, Bu Khairinnas, Bu Rahma, dan Bu Yanti akan terus menjadi pewarna tulisan-tulisan saya kedepan. Insyaallah.

Leave a Reply

Your email address will not be published.